Regional

Touring Wawasan Kebangsaan Nasional di SMAN Mojo

15 November 2017   14:25 Diperbarui: 15 November 2017   14:40 90 0 0
Touring Wawasan Kebangsaan Nasional di SMAN Mojo
Dokumentasi Pribadi

Aktifitas pembinaan pelajar berlebel wawasan kebangsaan nasional, kali ini singgah di SMAN Mojo yang berlokasi di Desa Mlati Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. Bersama Kepala Sekolah SMAN Mojo, Drs.Aris Susanto ,Danramil Mojo, Kapten Inf Mujiono menyampaikan wawasan kebangsaan dihadapan ratusan siswa/siswi yang duduk di bangku kelas 10 atau kelas 1 di aula SMAN Mojo, rabu (15/11/2017)

"Hubungan antara Pancasila dengan agama yang diyakini semua umatnya, sama sekali tidak bertentangan atau bertabrakan, karena dalam Pancasila termuat sila pertama yang merangkul identitas keyakinan berdasarkan pada KeTuhanan. Sedangkan kondisi terkini, banyak disorot adalah perilaku beberapa oknum yang berpikiran sempit dan berwawasan dangkal, yang mengasumsikan memegang Pancasila berarti sama halnya bertentangan dengan keyakinan, itu slaah besar," kata Kapten Inf Mujiono.

Sebelumnya, Pelda Fahturohman yang juga menjabat Bati Tuud Koramil 06/Mojo, menjelaskan keterkaitan antara berita hoax dengan konflik. Menurutnya, berita hoax sudah melampaui batas, bahkan sangat sensitif, apalagi sampai bersinggungan dengan keyakinan. Pelda Fahturohman menghimbau siswa/siswi untuk mensortir mana berita yang benar dan mana yang terindikasi hoax.

Lebh lanjut diakhir wawasan kebangsaannya, kapten Inf Mujiono menjelaskan bahwa Pancasila sama sekali tidak bertolakbelakang dengan ajaran agama apapun, karena Pancasila bukan doktrin agama melainkan ideologi atau falsafah bangsa. Jadi sangat mustahil bila Pancasila akan menggeser nilai-nilai religi seseorang, karena Pancasila sama sekali tidak merubah dogma ajaran dalam setiap kitab suci dan tidak ada kandungan atau muatan yang mengganggu tata ibadah seseorang.

Usai wawasan kebangsaan berdurasi sekitar 1 jam ini, siswa/siswi berpindah lokasi menuju lapangan yang terletak dibagian belakang bangunan sekolah. Disini ,para pelajar melewati berbagai tantangan berupa games interaktif yang cenderung pada kekompakan, sekaligus menurunkan tensi ditengah-tengah aktifitas belajar mengajar.