Mohon tunggu...
Novi Anisaputri
Novi Anisaputri Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa UIN Walisongo Semarang

Saya menyukai hal” seperti sejarah dan kejawen dalam keseharian saya, terlebih lagi kita hidup di Negara Indonesia yanag mempunyai suku ras bahkan budaya yang berabeka macan

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Tradisi Baritan atau Sedekah Laut Desa Mojo Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang Jawa Tengah

5 Maret 2024   14:21 Diperbarui: 5 Maret 2024   14:27 109
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sedekah laut atau bisa disebut dengan "BARITAN" merupakan tradisi Masyarakat sekitar pesisir laut bagian utara yang dilakukan secara turun-temurun atas ungkapan nikmat stukur yang diberikan sang pencipta atas hasil laut yang melimpah, Peringatan sedekah laut atau baritan ini dilakukan oleh Masyarakat pesisir desa Mojo Kabupaten Pemalng.

Tadisi ini digelar pada 03 Agustus 2023 yang bertempat pada TPI Desa Mojo Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang. Rangkaian acara "BARITAN" diawali dengan slametan atau ambeng yang didoakan oleh tetuah desa Mojo. 

Setelah didoakan ambeng tersebut yang berisi kepala kerbau,kupat dan janur kuning yang selanjutnya diarak mengelilingi desa mojo dan diiringi dengan musik angklung sebagai pemeriah tradisi tersebut.  

Sembari menunggu pengarakan kepala kerbau, neleyan mempersiapkan perahunya yang telah dihias dari jauh-jauh hari untuk memeriahkan acara "BARITAN" ini sebagus mungkin untuk berputar-putar di muara yang akan menuju kelaut, tidak hanya itu nelayan mengajak keluarganya untuk ikut serta dalam pemeriahan acara "BARITAN" tersebut, tidak hanya keluarga masyarakat sekitar bahkan berbondong-bondong ikut serta pelarungan tradisi ''BARITAN" tersebut. 

Nelayan yang mempunyai perahu membawa makanan masakan tradisional berupa ayam lodeh dan urapan kluban khas Masyarakat pesisir untuk dimakan diatas perahu setelah pelarungan dilaksanakan.

Setelah kepela kerbau selesai diarak mengelilingi desa, upacara pelarungan sesaji yang berupa kepala kerbau, bunga 7 rupa, ingkung, pisang dan aneka jajan lainya di doakan oleh tetuah desa setempat kembali seblum dilarungkan ke laut, sesaji tersebut diletakan pada perahu kecil kusus untuk dilarungkan ketengah laut. 

Untuk pelarungan menuju Tengah laut hanya tetuah dan timsar saja yang menuju ketengah laut. Untuk nelayan dan Masyarakat pesisir hanya mengantarkan sampai batas antara muara dan laut. 

Setelah pelarungan selesai dilakukan para nelayan yang membawa masakan tradisional tadi mereka makan bersama diatas prahunya bersama keluarga dan Masyarakat psisisr lainya.

Setelah upacara pelarungan dan makan bersama selesai, rangkaian acara untuk memeriahkan tradisi tersebut seperti wayang golek, pengajian umum, dan orkes untuk kemeriahan dan keakraban sesama nelayan maupun masyarakat pesesir agar senantiasa hidup damai dan saling mengasihi.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun