Mohon tunggu...
Mudy
Mudy Mohon Tunggu... -

Rakyat kecil tinggal di Jakarta, pensiunan swasta, Pancasilais, republiken, ultra-nasionalis. Anti NeoLib-ASEAN-C, anti religio-fascist, anti rezim-status-quo-koruptor. https://mudy45.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop Pilihan

Berkeliling di IndoDefense Expo 2014 PRJ Kemayoran

8 November 2014   07:16 Diperbarui: 17 Juni 2015   18:20 188
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption id="" align="aligncenter" width="476" caption="Peluru Artileri / ATGM 30F39 Krasnopol (kampusmiliter.com)"]

[/caption]

Machinery & Industrial Group NV - BMP-3M

Diantara banyak model kendaraan tempur, terdapat model BMP-3M, versi terakhir dari BMP-3F milik marinir yang dipajang di parkiran. BMP adalah kendaraan tempur infantri (IFV) amfibi yang dapat dikonfigurasikan sebagai tank medium atau APC. BMP-3F merupakan versi laut yang bisa berenang, sementara BMP-3M merupakan versi tank/IFV darat dengan kanon 100mm. Dapat dikatakan merupakan pesaing dari pengadaan APC bekas Marder maupun M113. Perusahaan Russia Machinery & Industrial Group NV mencoba menjual BMP-3M kepada TNI AD, mengingat TNI AL sudah memiliki BMP-3F. Penyeragaman kendaraan tempur tentu merupakan langkah baik untuk efisiensi logistik tempur.

[caption id="" align="aligncenter" width="315" caption="Model BMP-3M (kampusmiliter.com)"]

[/caption] [caption id="" align="aligncenter" width="315" caption="Model BMP-3M (kampusmiliter.com)"]
Model BMP-3M (kampusmiliter.com)
Model BMP-3M (kampusmiliter.com)
[/caption]

Sayangnya Machinery & Industrial Group NV tidak membawa model BMD-3 atau BMD-4 ke expo ini. Kehadiran BMD sangat sesuai untuk keunggulan pasukan komando para TNI. Juga untuk pengembangan Korps Paskhas yang sangat membutuhkan kendaraan lapis baja yang dapat di deploy dengan parasut seperti BMD.

Paviliun Korea

Bosan dengan Russia, kita menyeberang ke paviliun India. Cari-cari Brahmos tidak ketemu, jadi langsung ke Paviliun Korea. Apalagi kalau bukan KAI/KFX, yang sudah ada model pesawatnya. Katanya generasi 4,5, katanya siluman, katanya lebih canggih daripada F-16 block 52+. Gambar ditampilkan besar-besar supaya bisa dibandingkan nanti dengan wujud-nyata-nya di tahun 2025 (bagi yang masih hidup).

[caption id="" align="aligncenter" width="511" caption="Model Rencana KFX/IFX (kampusmiliter.com)"]

[/caption] [caption id="" align="aligncenter" width="352" caption="Info Card KFX/IFX (kampusmiliter.com)"]
Info Card KFX/IFX (kampusmiliter.com)
Info Card KFX/IFX (kampusmiliter.com)
[/caption]

Ada model generasi terbaru dari KT-1B Wongbee yang dibeli TNI AU: KT-1C, mungkin akan dibeli lagi untuk koleksi, melengkapi koleksi pesawat propeller mesin tunggal-nya TNI AU.

[caption id="" align="aligncenter" width="313" caption="Model KT-1C (kampusmiliter.com)"]

[/caption]

Yang menarik adalah FA-50. TNI AU sudah membeli 16 T-50i yang sebagian versi latih, sebagian lagi versi serang darat TA-50. KIA memproduksi versi fighter dari T-50 yang dinamai FA-50. Pesawat murah ini cukup potensial untuk menjadi workhorse TNI AU. Jauh lebih murah dibandingkan F-16, dengan kapabilitas yang tidak beda jauh dengan F-16 52ID.

[caption id="" align="aligncenter" width="395" caption="Model KIA T-50 Golden Eagle (kampusmiliter.com)"]

[/caption]

[caption id="" align="aligncenter" width="636" caption="Info Card KIA T-50 Golden Eagle (kampusmiliter.com)"]

[/caption] [caption id="" align="aligncenter" width="345" caption="Model KIA FA-50 (kampusmiliter.com)"]
Model KIA FA-50 (kampusmiliter.com)
Model KIA FA-50 (kampusmiliter.com)
[/caption]

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
Mohon tunggu...

Lihat Konten Vox Pop Selengkapnya
Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun