Mohon tunggu...
Parlin Pakpahan
Parlin Pakpahan Mohon Tunggu... Lainnya - Saya seorang pensiunan pemerintah yang masih aktif membaca dan menulis.

Keluarga saya tidak besar. Saya dan isteri dengan 4 orang anak yi 3 perempuan dan 1 lelaki. Kami terpencar di 2 kota yi Malang, Jawa timur dan Jakarta.

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Marmonsak Politik Menuju Pemilu 2024

16 Juni 2022   18:31 Diperbarui: 16 Juni 2022   19:22 173 18 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Marmonsak ala Batak. Foto : id.wikipedia.org

Marmonsak Politik Menuju Pemilu 2024

Marmonsak, sebuah istilah Batak klasik yang berarti bersilat dengan jurus-jurus terukur untuk bela diri dan menghabisi lawan. Kalau di kalangan Mandarin dikenal sebagai Kungfu. Dan di Jawa umumnya dikenal sebagi pencak silat. Prinsip ketiganya sama yi bela diri dan menghabisi lawan.

Dalam pertarungan politik menuju Pemilu 2024, saya sangat yakin istilah ini sangat pas. Pertama marmonsak selaku istilah Batak klasik, cukup keren. Kedua, di negeri ini setiap tahun adalah tahun politik, apalagilah ketika tahun Pemilu sudah mendekat. Ketiga, negeri ini masih juga kental patronasenya dalam berpolitik, lihat saja ketum-ketum parpol sekarang, termasuk presiden selaku patronase utama perpolitikan nasional kita.

Reshuffle kabinet yang baru saja berlalu kemarin tak lepas dari tahun politik menuju Pemilu 2024.

Zulhas menggantikan Lutfi untuk menggoreng minyak goreng tentu takkan tergoreng-goreng, tapi pastinya jurus kunyuk memetik pisang matang ini, semacam variabel sementara yang memutus kalangan konservatif untuk pencapresan Anies-AHY.

Kalau Hadi Tjahjanto menggantikan Sofyan Djalil dipetik dari jurus monsak homang membunuh rajawali sliwar-sliwer, artinya JK -- juga dalam arti variable sementara -- dihentikan dulu dari gebyah-uyah Sofyan untuk jurus dewa mabuk yang membuat masalah pertanahan di negeri ini tak kunjung beres. 

Diharapkan dengan gaya keABRIannya Menteri ATR yang baru dapat membantu Jkw soft landing pada akhir masa jabatannya Oktober 2024 yad tanpa harus mengenang betapa ruwetnya soal mafia tanah di negeri ini.

Kalau 3 wamen yang ditambahkan dipetik dari jurus monsak pongotapanuliensis mengajak makan siang bersama para kunyuk. Ya, sebagaimana kita tahu parmonsak utama Jkw tak ingin (term jawanya kesusu) untuk pulah-pilih capres yad, tapi tau persis bahwa semua parpol yang mendukung pemerintahannya, termasuk parpol pendukung yang terhempas dalam pemilu 2019 lalu, sekarang harus diajak makan siang bersama. 

Sorry bukan koalisi ya, karena sistem kita bukan parlementer melainkan presidensial. Yang mau sop sarang burung walet silakan, yang mau pecel pincuk silakan, yang mau ayam na pinadar ok juga dst. Pokoknya menu Indonesialah, kecuali sop sarang burung walet. Kultur melayu kita ya begitu. "Ndung butong mangan na tabo baru pe mandok hata" atau sesudah perut kenyang dengan makanan uenak barulah kita ngomong.

Jkw tidak mau kesusu. Betul itu. Jkw masih punya kuasa sampai Oktober 2024 yad. Artinya masa kekuasaannya masih tersisa dua tahun lagi. Yang soal sekarang adalah menampi atau mengayak capres secara hidden yang bisa melanjutkan program yang telah bersusahpayah dilaksanakannya selama ini. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan