Mohon tunggu...
Funk_ane
Funk_ane Mohon Tunggu... Administrasi - penyendiri

Diam di sudut ruangan.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Misteri Gadis yang Kucinta

3 Juli 2019   14:21 Diperbarui: 4 Juli 2019   10:53 54
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"oh, ya.! Aku tidak bermaksut seperti itu, aku hanya mengira kamu menjauh karena sibuk." Tuturnya,

Benarkah sesederhana itu yang ada dalam benaknya, tidak mungkin,! aku tidak akan percaya lagi dengan tipu daya yang kamu main kan Nirmala. Ini giliranku, akan kupaksa kamu mengakui kekeliruan yang telah kamu buat padaku, dan jangan berpikir aku akan menyerah karena aku telah lelah berjalan tanpa arah.

"Bagaimana dengan Nola,?" Mala mencoba mengalih pembicaraan,

"Dia menjengkelkan, aku dekat dengan cewek lain.!" Aku mengarang jawaban.

"Sungguh..., oo, busku datang,!" Mala siap-siap hendak naik

"Kamu mengabaikanku selama ini, aku sadar itu."

"Kenapa berkata begitu,? sampai jumpa lagi di sekolah," kata Mala melambaikan tangan. kaki kanannya sudah menginjak pintu bus, namun dengan cepat ku sambar tangannya. Menariknya kembali kesampingku.

"Aku minta maaf, apapun itu aku minta maaf,,,! Aku tidak akan mengulangnya, tidak akan membahasnya lagi dan tidak akan bertanya. Mari berteman seperti dulu. Kumohon...!" dengan sungguh-sungguh ucapanku keluar begitu saja. Benar, Mala seperti itu, aku mengenalnya dengan baik tapi belum pernah memperhatikannya dengan baik, dia tidak mengatakan apalagi menunjukkan apa yang sangat dia benci selama ini, melainkan menyembunyikannya,.!

Semua ujian berlalu, sekarang tinggal menunggu hasil. Lalu memulai hidup baru...!!! Tunggu, tunggu, jangan salah paham ini bukan tentang ujian atau cobaan persahabatan sepasang anak muda seperti kemarin, lalu berakhir di pelaminan,. walau kadang aku berpikir ke arah sana, tapi tentunya tidak secepat itu. Hahaha.... Ini tentang sekolah tentu saja, aku baru 17 tahun. terlalu awal untuk memikirkan seorang istri. Masa depan harus tetap  menjadi target yang utama, dan asmara adalah bunganya.! Kuncup, mekar dan layu itu hal biasa.

Nirmala, tentu saja namanya masih terukir di tempat yang khusus di lubuk hatiku. Wanita dengan senyuman misteri di bibirnya, aku masih bersamanya sebagai sahabat. Aku tidak mengungkapkan perasaan karena hanya sebatas itu yang dia harapkan sekarang di antara kita, dan aku yakin dia memiliki alasannya.

Sebenarnya aku sudah tau dari jauh sebelumnya, ketika aku tidak sengaja menguping pembicaraannya dengan teman wanitanya. Dia jelas berkata,

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun