Mohon tunggu...
Ozy V. Alandika
Ozy V. Alandika Mohon Tunggu... Guru - Guru, Blogger

Seorang Guru. Ingin menebar kebaikan kepada seluruh alam. Singgah ke: Gurupenyemangat.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Bukan Rapuh, Perempuan Itu "Bengkok"

30 Januari 2021   19:20 Diperbarui: 30 Januari 2021   19:28 441
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Perempuan. Gambar oleh Sasin Tipchai dari Pixabay 

"Aku Rapuh!"

"Perasaanku Rapuh!"

"Jiwaku Rapuh!"

"Aku Lemah, Gelisah, dan Mudah Rapuh!"

Begitulah kiranya temuan ungkapan-ungkapan ambyar kaum perempuan yang sering kita temui di postingan media sosial. Dari sana, sebagian orang yang tidak terlalu banyak menggunakan perasaan kemudian menilainya sebagai perempuan yang lebai, baperan, bahkan lemah.

Apakah para perempuan setuju dengan sematan itu?

Agaknya, tidak mungkin perempuan segera mengangguk tanda setuju. Yang ada, malahan mereka akan membela diri dengan menyebut bahwa kaum perempuan memang lebih banyak menggunakan perasaan daripada logika. Dari sanalah kemudian muncul perbedaan emosi.

Kaum perempuan sangat mudah berlinang air mata saat mereka dibentak, dimarahi dan dikasari. Sebagian orang mungkin memandangnya lemah atau bahkan rapuh, tapi?

Kenyataannya tidak selalu demikian. Kesedihan tadi hanyalah pewujudan dari emosi yang tak tertahan. Coba kita bandingan, mendingan menghadapi perempuan yang mudah menangis, atau perempuan yang mudah sakit hati dan menyimpan dendam?

Tentu saja pilihannya jatuh kepada menenangkan perempuan yang mudah menangis. Inilah sesungguhnya kunci hati seorang perempuan. Dari tangisan dan kesedihan, sebenarnya mereka ingin mendapat perhatian lebih serta tak mau ditinggal sendiri dalam kesepian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun