Mohon tunggu...
Haryadi Yansyah
Haryadi Yansyah Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis

ex-banker yang kini beralih profesi menjadi pedagang. Tukang protes pelayanan publik terutama di Palembang. Pecinta film dan buku. Blogger, tukang foto dan tukang jalan amatir yang memiliki banyak mimpi. | IG : @OmnduutX

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Pembuktian CCTV dari Kejadian "Hilangnya" Uang 1 Juta di BRI

4 April 2022   09:38 Diperbarui: 6 April 2022   09:36 46257
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tulisan ini saya buat untuk menjelaskan akhir kisah kronologi "kehilangan" uang sebesar 1 juta yang dialami oleh saya dan bibi pada tanggal 4 Februari 2022 lalu di ATM BRI. Untuk lebih jelas mengetahui kejadiannya, baca dulu tulisan "Misteri Lenyapnya Uang 1 Juta Rupiah dari Rekening BRI" ini.

Senin, 4 April 2022, sekitar pukul 7:43 saya dan bibi tiba di BRI Cabang Ampera. Sebelumnya sempat mengira selama Ramadan BRI buka lebih lambat eh ternyata buka lebih cepat yakni pukul 7:45. Siplah, dengan begitu kami berdua tidak lama menunggu dan benar saja, kami mendapati antrean pertama.

Berbeda dengan security yang dalam tiga kali kunjungan selalu berbeda, saya lega mengetahui Sdr.Reza adalah CS yang akan membantu kami. Sebab apa, dengan dibantu oleh CS yang sama, maka saya tidak perlu repot menjelaskan kronologinya panjang lebar mulai dari awal lagi.

Oh ya, Sdr Reza juga rupanya sudah mencoba mengontak bibi saya Selasa, 29 Maret 2022, yakni sehari pasca kedatangan kami untuk melapor dan meminta dibukanya CCTV. Namun, bibi saya mungkin tidak ngeh jika ada yang menelepon. Untunglah, saat Sdr Reza mengontak kembali pada 2 April 2022, komunikasi dapat terjalin sehingga kami mantab mendatangi BRI lagi (yakni Senin 4 April 2022 ini).

Begitu berhadapan dengan Sdr Reza, beliau dengan efektif memperlihatkan foto yang ada di ponselnya.

"Apakah ini bapak?" tanyanya.

Dan, ya, foto yang ia perlihatkan di ponsel itu memang saya.

"Bisa jadi saat itu bapak tak sengaja menekan tombol pengambilan uang tunai. Tapi dari laporan memang penarikan itu gagal," kurang lebih begitu penjelasan Reza.

Saya melihat ada kertas laporan lagi miliknya yang bertuliskan "Fast Cash No Receipt" dan Sdr Reza menjelaskan bahwa itu berarti penarikannya gagal.

"Jadi saya buatkan laporan baru ya Pak-bu," ujarnya.

Pada kesempatan itu saya kembali menyampaikan 2 hal kepada Reza. Pertama, saya tetap merasa tidak menekan tombol pengambilan uang. Kedua, fakta bahwa saya berada di ATM itu sejak awal memang sudah saya sampaikan baik di email (atau tulisan sebelumnya, silakan baca lagi). Jadi jelas foto saya akan dengan mudah ditemukan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun