Olive Bendon
Olive Bendon Travel Blogger

penikmat alam ciptaan Tuhan, senang berjalan kaki & menyesap senyap saat mutar-mutar di kuburan tua. menitipkan jejak di Olive's Journey dan Perempuan Keumala

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Jerman Fest 2015: Program Kebudayaan Kreatif Indonesia - Jerman

12 Juni 2015   22:47 Diperbarui: 17 Juni 2015   06:04 719 1 1

Jerman dan Indonesia merupakan negara penting di wilayahnya masing-masing dan menjadi bagian dari Kelompok 20 Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral atau yang dikenal sebagai G-20. Jalinan persahabatan di antara kedua negara telah terhubung dengan baik lewat tataran budaya, ekonomi maupun politik dalam waktu yang cukup lama. Karenanya, kedua negara sepakat, bersedia dan siap membentuk masa depan dengan menghadapi tantangan yang berada di depan.

Hal tersebut disampaikan oleh Dr Georg Witschel, Duta Besar Jerman untuk Indonesia dalam pertemuan dengan media menjelang gelaran Jerman Fest 2015 di Goethe- Institut Jakarta, Selasa (09/06/2015). Lebih lanjut Witschel mengatakan, Indonesia akan menjadi Negara Tamu Kehormatan di Frankfurt Book Fair yang akan berlangsung pada Oktober 2015 mendatang. Dalam konteks ini, Goethe-Institut Indonesien, Kedutaan Besar Jerman Jakarta dan EKONID (Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman) mempertimbangkan bahwa sebainya ada sebuah acara di Indonesia yang mencerminkan hal di atas yang tidak hanya berfokus pada tataran budaya saja, akan tetapi juga menghadirkan gambaran yang komprehensif terhadap hubungan bilateral keduanya.

Tahun ini adalah tahun kedua penyelenggaraan Jerman Fest yang akan berlangsung selama 3 (tiga) bulan dan diisi dengan ragam rangkaian program menarik di beberapa kota di Indonesia. Pembukaan Jerman Fest 2015 diawali dengan pemutaran film bisu Metropolis karya Fritz Lang diiringi 78 musisi dari Film Orchestra Babelsberg di lapangan Monas pada 5 September 2015.

Pada kesempatan yang sama Heinrich Blomeke, Direktur Goethe-Institut Indonesien mengatakan bahwa moto program-program kebudayaan di Jerman Fest adalah kerja sama dan inovasi. Kegiatan ini sekaligus untuk menfasilitasi hubungan kerja langsung antara seniman-seniman Indonesia dan Jerman lewat kolaborasi antara musisi muda dan komponis Indonesia dengan Ensemble Modern yang sudah terkenal di dunia, kerja sama antara Teater Boneka Papermoon (Yogyakarta) dan Retrofuturisten (Berlin) serta proyek "100% Yogyakarta" yang merefleksikan masyarakat urban dan mengikutsertakan masyarakat umum selama pementasan di panggung yang merupakan kolaborasi antara Teater Garasi dengan Rimini Protokol.

Di bidang sastra, 4 (empat) penulis terkemuka Jerman; Leif Rand, Andreas Stichmann, Ulla Lenze dan Antje Ravic Strubel akan mengikuti Program Residensi serta melakukan pertemuan dengan penulis, jurnalis, pelajar dan seniman di Jakarta, Makassar, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.

Dari segi perekonomian, Jan Roennfeld, Direktur Pelaksana EKONID mengatakan Indonesia sedang berada dalam proses transisi menuju modernisasi dan urbanisasi. Teknologi modern akan dibutuhkan untuk mengembangkan lebih banyak lagi nilai tambah perekonomian dan untuk menghasilkan barang-barang berkualitas tinggi sesuai dengan standar internasional serta terciptanya lingkungan hidup yang termutakhir dan berkelanjutan. Perusahaan-perusahaan Jerman dapat memfasilitasi kebutuhan tekhnologi untuk proses transformasi dan pengambangan masa depan Indonesia.

Jerman Fest adalah sebuah inisiatif dari Kementerian Luar Negeri Jerman dan diselenggarakan berkat kerja sama antara Goethe-Institut Indonesien, Kedutaan Besar Jerman Jakarta dan EKONID. Jerman Fest dirancang untuk mendorong pertukaran informasi yang bermanfaat antara Indonesia dan Jerman serta memperkuat hubungan antara kedua negara sehingga menjadi pondasi yang kokoh untuk masa depan yang kreatif.

Program Jerman Fest serta informasi menarik lainnya yang berhubungan dengan kegiatan tersebut, dapat diunduh melalui situs resmi Jerman Fest, Deutsche Saison dan German Season yang diluncurkan sesaat setelah konferensi pers. Salam budaya [oli3ve].