Mohon tunggu...
Okto Klau
Okto Klau Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis lepas

Menulis adalah mengabadikan pikiran

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop Pilihan

Membongkar Tradisi ABS dan AMS dari Fenomena Mundurnya Para Kader Partai NasDem

6 Oktober 2022   09:22 Diperbarui: 6 Oktober 2022   13:50 430 18 5
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Anies Baswedan dan Surya Paloh. Sumber: detiknews.com

Mundurnya para kader Partai Nasdem merupakan sesuatu yang mengejutkan. Hal ini mau mengatakan bahwa soliditas di antara semua kader di dalam partai tersebut dipertanyakan. 

Fenomena ini ini cukup mengganggu tentunya untuk partai besutan bos Metro dan Media Indonesia tersebut. Meski dalam kesempatan lawatannya ke Medan akhir pekan kemarin, Paloh menyebut bahwa tidak ada soal sama sekali dengan pengunduran diri para kedernya itu. Sebab menurutnya dalam waktu singkat NasDem bisa kembali merekrut kader-kader lain yang lebih baik dari mereka yang keluar itu.

Menurut beberapa pengamat, fenomena ini dilihat sebagai sebuah pembongkaran terhadap tradisi politik Asal Bapak Senang (ABS) atau Asal Mama Senang (AMS) dalam tubuh partai politik.

Dalam beberapa konteks politik, banyak kali para ketua umum partai sudah bersabda maka para kader partai tinggal mengikuti. Inilah yang coba dilawan oleh para kader partai NasDem yang memilih untuk mengundurkan diri tersebut. Menurut mereka, dari pada harus mengiyakan keputusan Ketua Umum tapi melawan suara hati dan prinsip hidup, lebih baik mundur.

Fenomena ini sungguh menarik. Tetapi menurut beberapa kader Partai NasDem, apa yang telah diputuskan oleh Ketum mereka telah sesuai dengan mekanisme di dalam partai. 

Marilah sedikit kembali ke bulan Juni tepatnya 15 - 17 Juni 2022, saat Partai besutan Surya Paloh tersebut melakukan rakernas. Waktu itu ada tiga kandidat potensial yaitu Ganjar Pranowo, Anis Baswedan, dan Andika Perkasa hasil rakernas yang disodorkan kepada Paloh.

Selanjutnya menurut makanisme partai, menjadi hak prerogatif Ketua umum untuk menentukan siapa yang akan dipilih dari ketiganya untuk menjadi calon presiden dari partainya.

Caba lihat posisi Ganjar. Dia berada pada situasi dilematis. Antara menerima pinangan partai lain atau loyal pada PDI P yang sepertinya tidak meliriknya dan lebih memilih Puan. 

Dari jawaban-jawabannya kepada para pemburu berita, diketahui bahwa Ganjar tetap loyal kepada PDI P, partai yang telah membesarkannya. Situasi dilematis itulah yang membuat Ganjar terpojok dan tidak bisa berbuat apa-apa. Ia juga tidak memberikan tanggapan apa pun kepada NasDem yang telah memunculkannya dalam rakernas mereka sebagai calon presiden potensial.

Sementara itu, Andika Perkasa sampai saat ini masih aktif sebagai Panglima TNI. Dan situasi ini pun menyebabkan Nasdem kesulitan untuk mengambil Andika menjadi calon presidennya.

Partai Nasdem akhirnya secara resmi mengusung Anis Baswedan menjadi calon presidennya. Deklarasi itu diumumkan secara langsung oleh Ketua Umum NasDem Surya Paloh di Kantor DPP Partai NasDem , Gondangdia, Jakarta Pusat, pada Senin 3 Oktober 2022.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Vox Pop Selengkapnya
Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan