Mohon tunggu...
Ahmad Fauzi
Ahmad Fauzi Mohon Tunggu... Karyawan

Membaca

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Sedikit Memahami Bambang Pamungkas

6 November 2019   11:08 Diperbarui: 6 November 2019   15:47 0 3 2 Mohon Tunggu...
Sedikit Memahami Bambang Pamungkas
Selebrasi penyerang Persija, Bambang Pamungkas seusai mencetak gol ke gawang Mitra Kukar pada laga 8 Besar Piala Presiden 2018 di Stadion Manahan, Kota Solo, Minggu (4/2/2018) sore. (SUCI RAHAYU/BOLASPORT.COM)

"Woy Kembaliin Persija gua"
"Woy lu ngerusak persija gua"
"Woy maen lah dengan bangga"
"Woy pergi lu dari persija, bikin malu aja" 

Sebagai penggemar Persija Jakarta kita sering kali mendapati kalimat-kalimat seperti itu ketika tim asal Jakarta tersebut mengalami kekalahan.

Hujatan dan cacian seperti itu kerap kali disampaikan di akun sosial media Persija dan termasuk juga di akun sosial media para pemain. Intinya para pendukung Persija menginginkan kondisi yang lebih baik di dalam tim berjuluk Macan Kemayoran ini.

Musim ini menjadi musim yang berat bagi Persija. Setelah menjadi juara di musim sebelumnya, kini Persija hanya terpaut satu strip dari zona degradasi.

Berbagai upaya sudah dilakukan untuk memperbaiki kondisi tim. Ivan Kolev digantikan posisinya oleh Julio Banuelos. Pelatih asal Spanyol itu pun harus diberhentikan karena tak mampu mengangkat kondisi tim.

Sekarang Persija dilatih oleh pelatih asal Brasil, Edson Tavares. Dari lima pertandingan awal, Edson mampu menorehkan duan kemenangan, satu kali imbang dan dua kali menderita kekalahan.

Lantas apakah di akhir musim nanti klub kebanggaan the Jakmania tersebut akan terdegradasi atau tetap bertahan di kompetisi tertinggi sepakbola tanah air?

Sampai saat ini Persija sudah mengumpulkan 27 poin dari 24 kali pertandingan. Terpaut 4 poin dari Semen Padang yang berada di dasar klasemen, dan dua poin dari Persela yang berada satu strip di bawah Persija.

Artinya jika sampai akhir musim permainan Macan Kemayoran tak ada peningkatan dan perubahan dalam pola menyerangnya, maka bukan tidak mungkin Persija akan terdegradasi ke Liga 2 musim depan.

Dalam mengatasi hal sulit seperti ini, banyak dari The Jakmania mengharapkan peran lebih dari sosok Ismed Sofyan dan Bambang Pamungkas.

Terutama sosok Bepe (sapaan akrab Bambang Pamungkas) karena dia lah satu-satunya pemain yang sudah dua kali membawa Persija juara. Pemain yang melintasi zaman. Dalam posisi baik atupun sulit Bepe selalu ada jika diminta memperkuat Persija.

Bagi Bepe, dalam merespon keterpurukan Persija adalah dengan menyemangati para pemain agar mereka mampu mengeluarkan potensi terbaik yang mereka miliki. Diantara keterpurukan ini mungkin yang tak boleh hilang adalah saling percaya dan tetap memiliki harapan.

Dalam web pribadinya, Bepe dalam tulisannya yang berjudul "Satu Yang Tak Boleh Hilang", menyampaikan "Dalam hidup kita boleh kehilangan apa saja. Satu yang tidak boleh hilang adalah harapan. Karena harapan yang membuat kita layak untuk hidup".

"Kita pun tak bisa mengukur kaki kita dengan kaki yang dimiliki oleh orang lain. Jangan mengukur soal loyaliitas yang telah kita lakukan dengan yang orang lain lakukan." 

Benar kata Bepe, mungkin semua pihak yang mencintai Persija pada saat ini sangat kecewa dengan hasil yang dicapai oleh para pemain dan jajaran pelatih. Namun untuk ke depannya kita benar-benar tak boleh kehilangan harapan. Harapan untuk meraih hasil yang paling maksimal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2