Mohon tunggu...
Nurul Rahmawati
Nurul Rahmawati Mohon Tunggu... Blogger bukanbocahbiasa.com tinggal di #Surabaya

www.bukanbocahbiasa.com

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

Mengeksplorasi San Francisco Amerika Serikat, tanpa Tersandera Rasa Pegal

29 Desember 2017   10:43 Diperbarui: 11 Januari 2018   12:17 1677 10 14 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengeksplorasi San Francisco Amerika Serikat, tanpa Tersandera Rasa Pegal
Dokumentasi pribadi

"Heehhh, reeekk... Enteni po'o... Mlakune ojo banter-banter!" (Heeeii, teman-teman.... Tunggu dong! Jalannya jangan cepat-cepat!"

Saya dan Fahmi menghentikan langkah. Kami menatap dengan pandangan campur aduk---antara geli, kasihan, dan pengin ambilin in line-skate---ke arah kak Budiono. Nafasnya Senin-Kamis, tersengal-sengal banget. Cuaca dingin kota ini berpadu dengan tubuhnya yang subur, membuat Kak Budi tak bisa menambah akselerasi tatkala berjalan bareng kami.

"Ayoooo Kaaakk! Ini masih dua blok lagi!"

YouTuber kuliner pemilik akun @BudionoSukses ini rupanya butuh disemangati. Kak Budi masih ngos-ngosan. Fahmi tersenyum tipis semi menyeringai, khas remaja milenial yang serba salah antara pengin ketawa atau bersedih, demi melihat seniornya yang harus berjibaku dengan sejumlah tantangan ketika traveling.

Jalan di sekitar USA Hostel, tempat kami bermalam
Jalan di sekitar USA Hostel, tempat kami bermalam
Jalanan di San Francisco
Jalanan di San Francisco
Yap, Selamat datang di San Francisco, California!

Kami bertiga---si turis backpacker ini--tengah mengeksplor kota yang berkontur jalan naik dengan kemiringan luar biasa. Nggak heran, butuh performa jiwa raga nan paripurna untuk bisa survive menjelajah kota yang identik dengan tetenger Golden Gate bridge ini. 

Saya, Kak Budiono dan Fahmi berpose bareng ibu Ayun, owner restoran Indonesia di San Francisco
Saya, Kak Budiono dan Fahmi berpose bareng ibu Ayun, owner restoran Indonesia di San Francisco
"Pokoke, aku bawa duit maksimal 5 juta rupiah buat 3 hari. Gimana caranya, aku musti bisa survive dengan duit segitu!" begitu tekad saya tatkala memulai perjalanan. Yeah, 5 juta itu udah termasuk bayar penginapan, makan, naik moda transportasi, ataupun beli oleh-oleh. Kebayang kan, "militan"-nya gaya traveling saya?

Kami tinggal di USA Hostel. Sekamar 4 orang (female dorm) dengan rate(jika dirupiahkan) 800 ribu/malam. Yang asyik adalah... USA Hostel ini berlokasi SANGAT DEKAT dengan Union Square, semacam taman pusat pertemuan para turis, mall dengan brand high-end, plus the biggest Apple Store in the world!

Nggak heran... jalan-jalan pagi -- siang -- sore -- malam adalah kegiatan favorit kami. Sebelum berangkat ke Amerika, saya sudah siapkan diri dengan berbagai workout, mulai Zumba, pilates, yoga, yang semuanya saya mainkan dengan tutorial video YouTube. Bukan hanya itu. Saya juga rutin jogging di sekitar kompleks perumahan. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan, supaya kaki bisa diajak kerjasama dan enggak mager (males gerak) ketika eksplorasi beragam destinasi di sana. 

Akan tetapi, temperatur San Francisco yang kadang menyentuh 11 derajat celcius, bagaimanapun juga, menerbitkan rasa tidak nyaman di sekujur bodi. Bukan hanya itu. Kami juga harus terus-menerus beradaptasi dengan jet lagyang seolah tak mau minggat. Menempuh perjalanan udara lebih dari 15 jam (plus transit dalam durasi cukup lama) pastinya memberikan impactbagi jiwa raga. 

"Jalannya biasa aja po'o rek!" Kak Budi mengatur napas. Perutnya yang mirip Teletubbies naik-turun secara autopilot. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN