Politik

Masyarakat Benci Korupsi

7 Oktober 2017   17:05 Diperbarui: 7 Oktober 2017   17:27 313 1 1

Nusron: Masyarakat Sangat Benci & Tidak Suka Pada Perilaku Korupsi

Apa yang dikatakan oleh koordinator Pemenangan Pemilu Golkar Nusro Wahid , bahwa masyarakat sangat membenci praktek korupsi , jelas itu sesuatu yang wajar, tentu kalau yang berpikir sehat, tentunya tidak ada seorangpun yang suka dengan praktek korupsi. Apalagi korupsi sesuatu yang dilarang dalam Agama Islam. Walaupun korupsi  sesuatu yang dilarang oleh agama, tapi pada kenyataannya di negeri yang mayoritas muslim, praktek korupsi begitu bak jamur yang tumbuh di musim hujan, tidak satupun instansi dimana para pejabatnya yang tidak terkena kasus korupsi.

Praktek korupsi bisa tumbuh subur di negeri ini, semua ini tidak terlepas dari sistem yang diterapkan di negeri ini yaitu sistem Demokrasi Kapitalis Sekuler , dimana budaya korupsi seolah menjadi hal yang biasa dan sistem ini juga yang mempermudah orang - orang untuk melakukan praktek korupsi. kemudian hukuman yang diberlakukan masih tebang pilih, ibarat pisau tajam ke bawah tumpul ke atas , hukuman yang tidak adil dan tidak memberikan efek jera.

Tentu masyarakat pastinya rindu agar negeri ini terbebas dari praktek korupsi, apakah negeri ini bisa terbebas dari budaya korupsi, tentu tidak bisa , apabila negeri ini masih berharap pada sistem Demokrasi Kapitalis Sekuler. Sistem yang paling ampuh untuk memberantas budaya korupsi hanyalah sistem islam.

Islam memandang bahwa korupsi adalah perbuatan yang dilarang oleh Allah Swt , karena korupsi itu berarti mengambil hak orang lain yang bukan haknya, hukuman bagi pelaku korupsi khalifah yang akan memberlakukan dengan ta'zir sesuai tingkat korupsi yang dilakukan oleh pelaku korupsi.

Ketika islam diterapkan , yang namanya korupsi tidak akan marak seperti sekarang , walaupun ada bisa dihitung dengan jari, kenapa dalam islam peluang korupsi kecil, karena dalam islam kehidupan warga negara terjamin mulai dari sandang,pangan, papan, pendidikan, kesehatan, karena hal itu menjadi tugas negara. ditambah dengan adanya ketaqwaan individu yang sudah bisa diandalkan, setiap individu meyakini bahwa perbuatan sekecil apapun akan diminta tanggung jawab oleh sang pencipta. 

kemudian adanya peran masyarakat yang saling mengontrol satu sama lain, karena masyarakat memahami bahwa ketika melihat kemungkaran sudah menjadi kewajiban untuk saling mengingatkan, yang paling penting lagi adanya penerapan hukum yang diberlakukan oleh negara adalah hukum yang bersumber dari aturan sang pencipta, hukum yang adil , hukum yang tidak tumpul ke atas dan tajam ke bawah . Hanya dengan islam masyarakat bisa terbebas dari budaya korupsi.

wallohu a'lam

ummu faqih lazuardi