Mohon tunggu...
Nur Laila Sofiatun
Nur Laila Sofiatun Mohon Tunggu... Guru - Guru dan Penulis

Perempuan yang ingin bermanfaat bagi keluarga, agama, bangsa dan negara

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Pendidikan Pesantren Ajarkan Nilai Kebaikan di Tengah Krisis Moral

16 September 2022   16:14 Diperbarui: 20 September 2022   11:47 606
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Akhir-akhir ini kasus kriminal di sekolah asrama, pondok pesantren ataupun yang menamakan dirinya pondok pesantren cukup sering muncul di media massa. Baik media cetak, media tulisan di dunia maya, media audio, maupun media audiovisual.

Kasus ini sebenarnya terbilang sedikit dibandingkan jumlah pondok pesantren yang ada di Indonesia. Akan tetapi, karena pondok pesantren adalah pendidikan asrama berbasis agama yang seharusnya mengajarkan nilai-nilai kebaikan di dalamnya, akan menjadi sangat nista bagi mereka yang melakukan tindak kriminal (kejahatan) di dalamnya. Sehingga kasus kriminal apapun akan menjadi sorotan di masyarakat.

Hingga April 2022, Kementerian Agama (Kemenag) mencatat terdapat 26.975 pondok pesantren yang terdaftar di Kemenag. Jumlah pondok pesantren yang belum terdaftar di Kemenag diperkirakan mencapai ratusan jumlahnya.

Maka tindak kriminal yang terjadi di pondok pesantren akhir-akhir ini tidak bisa dikatakan menggambarkan kehidupan pondok pesantren yang penuh dengan kekerasan. Karena, menurut hemat saya yang pernah mondok selama kurang lebih sembilan tahun, kata kekerasan jauh dari apa yang saya rasakan. Justru kasih sayang yang saya dapatkan dari pondok pesantren.

Kasih sayang begitu melimpah di pondok pesantren. Dari Abah, Ibu, Ustadz, dan sesama santri semuanya saling menyayangi. Bahkan kami semua disini sudah seperti keluarga.

Selain itu, di pondok pesantren, melalui sistem pembelajaran dan pendidikannya kita diajarkan hal-hal yang (mungkin) tidak diajarkan di pendidikan formal seperti sekolah:

1. Pendidikan Akhlak Berkelanjutan

Di pondok pesantren, terutama pondok pesantren beraliran ahlussunah wa jama'ah (aswaja), pelajaran utama yang diajarkan adalah pelajaran tentang akhlak (adab). Pelajaran akhlak biasanya berada pada posisi kedua setelah pelajaran tauhid (aqidah). 

Hal ini dikarenakan dalam tradisi pondok pesantren dipercaya bahwa "adab dulu baru Ilmu". Dalam artian adab adalah hal yang harus dimiliki terlebih dahulu sebelum ia memiliki ilmu.

Adab adalah sesuatu yang sangat penting untuk dimiliki seseorang. Adab yang diajarkan di pondok pesantren adalah adab dalam hubungannya dengan Allah sebagai Tuhan-Nya (hablumminalloh) dan adab adab dalam hubungannya dengan sesama manusia (hablumminannas).

Berbeda dengan sekolah yang biasanya mengajarkan teori tentang adab dan sedikit pengawasan di sekolah, di pondok pesantren selain diajarkan teorinya, mereka wajib mempraktekkannya secara di langsung di kehidupan sehari-hari. Dimana pengembangan adab tersebut dipantau oleh pengasuh, ustadz/usatdzah, maupun santri yang lebih senior.

2. Pelajaran Hidup dalam Masyarakat

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun