Mohon tunggu...
Nur Laili Rahmawati
Nur Laili Rahmawati Mohon Tunggu... Guru - Guru / Penulis

build your world by writing, then you will find miracles

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sepenggal Kenangan yang Terlupakan

25 Januari 2024   18:01 Diperbarui: 25 Januari 2024   18:13 43
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dok Pri. Pemandangan Senja

Di relung hati yang kian sunyi tanpa senyuman
Menawarkan sebaris kenangan yang terlupakan
Menemani waktu mengukir jejak di lorong-lorong kehidupan
Meninggalkan kisah yang tenggelam dalam bayangan

Seulas senyum, entah darimana asalnya perlahan menghampiri
Muncul di benak, lambat menghilang dalam kabut memori
Serpihan waktu yang pudar mengawal kenangan yang telah mati suri
Seperti lukisan yang tergantung di dinding kesunyian dan menyisakan nyeri

Mungkin itu suara tawa di taman berbunga,
Atau tatapan mata yang dulu penuh makna.
Seperti daun kering yang terbawa angin tanpa kata
Menari-nari ke negeri mimpi, tanpa kita sadari keadaannya

Lagu yang dulu pernah kita nyanyikan bersama,
Kini hanya bergetar dalam keheningan malam tanpa aroma
Seperti melodi yang pudar dan berlalu dengan percuma
Tertimbun oleh debu waktu yang tak terbendung selaksa kian terkesima

Namun, di sudut hati yang terlalu lama mati
Mungkin masih ada serpihan kenangan yang berbisik lirih penuh arti
Mengingatkan kita pada detik-detik indah yang terlewat tanpa simpati
Kenangan yang terlupakan, seakan ingin dihidupkan kembali selaksa teman sejati

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun