Mohon tunggu...
NikenDe
NikenDe Mohon Tunggu... Vinsensia Niken Devi Intan Sari

Lahir di sebuah desa yang terletak ditengah hutan jati. Desa tersebut berada di wilayah kabupaten Banyuwangi. Daerah yang terlanjur terkenal kembali dengan sebutan Desa Penari. Niken kecil hidup diantara orang tua yang berprofesi sebagai guru. Guru jaman OLD. Dengan segala kekurangannya, namun tetap dan terus mensyukuri dan menyemangati anak-anaknya untuk berpendidikan tinggi. Dengan satu semboyan Ajaib dari mereka bahwa "Pasti ada jalan jika itu untuk biaya pendidikan." That is TRUE. Benarlah adanya. Kami, anak-anak guru SD di sebuah desa kecil tersebut mampu melanjutkan sekolah sampai lulus Sarjana. Mimpi Bapak Ibu terkabul. Hobi menulis menjadi sebuah kegiatan yang selalu memhadirkan CANDU. Menekuninya menghadirkan kegembiraan tersendiri. Semoga menjadikan manfaat bagi banyak orang.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Mari Berkunjung ke Ecogreen Library di Kota Pasuruan

11 Desember 2019   04:49 Diperbarui: 11 Desember 2019   04:50 23 2 1 Mohon Tunggu...

dopri
dopri

Beberapa waktu lalu, viral di medsos sebuah foto anak-anak Jepang yang sedang menunggu pesawat. Para pelajar itu sedang menunggu pesawat menuju Jepang di sebuah bandara di Thailand. Pada foto tampak mereka duduk dengan membawa rangsel. Mereka berdesakan bahkan saling bersandar satu dengan yang lain. Tidak ada yang memainkan gadget, lo. MEREKA MEMBACA.

Bandingkan dengan di negara kita? Para pelajar kita akan lebih asik dan senang memainkan gadget. Bukan hanya pelajar, namun hampir seluruh lapisan masyarakat. Lihatlah, dimanapun mereka berada, pasti yang dipegang adalah HP. Ketika tidak membawa benda itu rasanya seperti mau berakhir saja. Akhirnya yang dekat menjadi jauh dan yang jauh semaakin dekat. Ironis ya.? Maka tidaklah salah jika Indonesia menempati deretan terbawah dalam hal keaktifan atau minatmembaca.

Selasa, 10 Desember 2019, sekolah kami SDK Sang Timur Pasuruan mengadakan kegiatan Outing di Perpustakaan Kota Pasuruan. Kegiatan ini untuk memberi wawasan lain bagi anak-anak kelas 5. Mereka bisa melihat dan berinteraksi dengan lingkungan di luar sekolah. Anak-anak sangat antusias. Mereka sudah berada di perpustakaan sebelum pukul 7.

Perpustakaan Kota Pasuruan menempati sebuah lahan yang luas dan nyaman. Dikelilingi kerimbunan pohon trembesi. Pohon yang terkenal karena mampu menyerap polusi. Pohon yang saat ini sudah menjadi jajaran rimbun penyelamat lingkungan. Pohon trembesi menjadi peneduh di sepanjang pantai utara Pulau Jawa. Penanamannya digagas oleh salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia, PT Djarum, Tbk.

Perpustakaan Kota Pasuruan yang berada di Jl. KH Mansyur ini merupakan bangunan baru. Perpustakaan di Kota Pasuruan ada di beberapa tempat, di Jl Balaikota besebelahan dengan Taman Kota, di kompleks kantor  Walikota dan yang baru adalah di Jl KH Mansyru. Lokasi Perpustakaan baru ini bersebelahan dengan Taman Sekargadung.  Sebuah taman bermain yang menjadi tempat melepas penat warga Kota Pasuruan bagian selatan.

Teduh, rimbun, tenang dan nyaman. Itulah kata-kata pertama yang bisa ditulis setelah memasuki lokasi ini. Perpustakaan yang memiliki konsep ECOGREEN LIBRARY ini baru beroperasi tahun 2017. Di bawah kepemimpinan Ibu Eva, perpustakaan ini berkembang pesat. Pastinya didukung penuh oleh pemerintah Kota Pasuruan.

Fasilitas se kelas VIP disiapkan. Ada kolam renang untuk anak-anak PAUD dan TK, ada ruang pertemuan, ada kafetaria, bahkan sedang disiapkan sebuah ruangan untuk menonton film dengan kapasitas 60.orang. Wow, gedung bioskop sekelas theater di Kota Pasuruan.

"Semua disiapkan untuk memanjakan warga Kota Pasuruan. Agar minat baca kian meningkat." Kata Pak Dedi, pustakawan yang bertugas di perpustakaan ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN