Mohon tunggu...
NAZAR BAIHAQI
NAZAR BAIHAQI Mohon Tunggu... Seniman - bismilah

alhamdulihah

Selanjutnya

Tutup

Money

Kenaikan Harga BBM Berpotensi Inflasi

14 April 2022   01:51 Diperbarui: 14 April 2022   02:04 670
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

BBM (Bahan Bakar Minyak) akhir akhir ini menjadi isu yang banyak di perbincangkan di Indonesia. Tak heran karena BBM merupakan salah satu bagian kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh seluruh masyarakat di Indonesia. karena BBM sangat penting dalam transportasi ataupun sarana distribusi yang ada di Indonesia. PT. Pertamina (persero) menyampaikan kenakan Bahan Bakar Minyak BBM yang akan berlaku mulai 1 April 2022, menaikan harga Pertamax menjadi Rp. 12.500-Rp.13.000. kenaikan tersebut dilakuka setelah mempertimbangkan lonjakan harga minyak mentah Indonesia (ICP) dari US $73,36 per barel pada Desember 2021 menjadi US $114,55 per 24 Maret 2022.  

Kenaikan Bahan Bakar Minyak ini sangat berpengaruh dalam berbagai sektor yang ada di Indonesia. dari mulai pelaku bisnis yang sangat membutuhkan BBM untuk menjadi sumber bahan bakar transportasi distribusi dan kegiatan yang ada dalam bisnis, tidak hanya dalam sektor bisnis saja namun kenaikan ini sangat berpengaruh juga dengan segala aspek yang ada dari mulai pendidikan, perekonomian, perkantoran, dan lain sebagainya. Dari hal itu bisa kita ketahui ketergantungan bahan bakar minyak tidak hanya berlaku di daerah kota ataupun orang kaya namun juga berpengaruh di daerah desa dan seluruhnya.

Dengan kenaikan BBM tersebut maka akan ada lonjakan harga yang sangat besar melihat hampir dari segala sektor yang ada, terutama di Indonesia sangat bergantung dan ketergantungan terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM). Kemungkinan para pengusaha ataupun pemilik usaha usaha akan menaikan harga barang produksi yang ada dengan faktor kenaikan BBM tersebut. Dan mungkin sangat banyak juga sektor sektor yang akan mengalami hal yang sama terkait hal tersebut. Terutama dalam sektor operasional dan transportasi, di Indonesia sangat banyak orang yang masih menggantungkan hidupnya atau memenuhi kehidupan hidupnya dengan bekerja dalam sektor transportasi. Bisa dilihat banyaknya ojek online atau jasa pengantar makanan dan barang yang bergantung dengan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dengan adanya kenaikan BBM ini maka kemungkinan harga-harga barang produksi akan naik juga dan bisa berpotensi Inflasi di Indonesia. inflasi merupakan suatu gejala yang menunjukan kenaikan harga barang barang produksi atau yang lainnya secara umum dan jangka waktunya terus menerus atau berkepajangan. Secara umum inflasi adalah lonjakan harga yang semua komoditas barang yang ada dalam priode tertentu. Dan inflasi juga akan membawa dampak dampak yang lainnya juga. Didalam islam juga ada beberapa hal yang akan terjadi menjadi dampak dari inflasi menurut islam. Dan menurut ahli ekonomi islam inflasi akan mengakibatkan dampak  buruk bagi perekonomian disuatu wilayah.

  • Menimbulkan gangguan terhadap fungsi uang, terutama terhadap fungsi tabungan (nilai simpan), fungsi dari pembayaran dimuka, dan fungsi dari unit penghitungan. Orang harus melepas diri dari uang dan aset keuangan akibat dari beban inflasi tersebut. Inflasi juga telah mengakibatkan terjadinya inflasi kembali atau dengan kata lain self feding inflation
  • Melemahkan semangat menabung dan sikap terhadap menabung dari masyarakat (turunnya marginal propensity to save)
  • Meningkatkan kecenderungan untuk berbelanja terutama untuk non primer dan barang barang mewh (naiknya marginal propensity to consume)
  • Mengarahkan infestasi pada hal hal yang non produktif yaitu penumpukan kekayaan (hoarding seerti tanah, bangunan, logam mulia, mata uang asing, dengan mengorbankan investasi kearah produktif seperti pertanian, industrial, perdagangan, transportasi, dan lainnya (karim, 2011 :13)

Dalam hal ini dengan kontek kenaikan BBM yang mulai pada 1 April 2022 indonesia berpotensi inflasi akan tetapi inflasi yang tidak terlalu berat yakni inflasi sedang. Inflasi tingkatan ini dapat menurunkan tingkat kesejahteraan rakyat yang berpenghasilan tetap, tetapi belum membahayakan aktivitas perekonomian negara. Inflasi tingkat ini (inflasi sedang) berada dalam kisaran kenaikan harga 10% sampai 30% per tahun.

Di indonesia berpotensi inflasi sedang dikarenakan kenaikan BBM karena mayoritas masyatakat indonesia mengguakan Bahan Bakar Minyak ini untuk menunjang produktifitas dalam menjalankan aktifitasnya seperti pekerjaan dan lain sebagainya. Dengan meningkatnya harga Bahan Bakar minyak ini hal yang akan terjadi maka akan banyak produsen, pengusaha atau sektor usaha lainnya yang berpotensi akan menaikan harga barang produksinya juga. Dalam ekonomi kenaikan biaya produksi naik maka juga akan berpotensi kenaikan permintaan barang dan juga akan menyebabkan kenaikan harga barang produksi pula (cost push inflation).

Disimpulkan bahwasannya kenaikan (BBM) Bahan Bakar Minyak di indonesia yang diterapkan 1 April 2022 menyebabkan lonjakan harga komoditas barang dipasaran yang mana berpotensi terjadinya Inflasi. Karena biaya produksi yang akan ditetapkan oleh masing masing perusahaan atau pengusaha ataupun segala sektor perekonomian akan menyesuaikan dengan harga yang mereka dapatkan. Dan lonjakan ini akan sangat berdampak kepada seluruh segmen masyarakat yang ada di Indonesia karena BBM merupakan komoditas pokok yang sehari hari dibutuhkan untuk menunjang produktifitas dalam menjalankan aktifitas. Karena dengan adanya berbagai macam jenis transportasi umum atau pribadi serta transportasi lainnya untuk menunjang produktifitas perekonomian lainnya sangat bergantung pada BBM dan mungkin ada jenis transportasi yang menggunakan energi lainnya seperti listrik atau yang lainnya, namun di Indonesia masih belum banyak ditemui. Dan di indonesia masih sangat ketergantungan dalam penggunaan BBM karena memang sangat efektif untuk digunakan dalam penunang produktifitas sehari hari.

BBM (Bahan Bakar Minyak) akhir akhir ini menjadi isu yang banyak di perbincangkan di Indonesia. Tak heran karena BBM merupakan salah satu bagian kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh seluruh masyarakat di Indonesia. karena BBM sangat penting dalam transportasi ataupun sarana distribusi yang ada di Indonesia. PT. Pertamina (persero) menyampaikan kenakan Bahan Bakar Minyak BBM yang akan berlaku mulai 1 April 2022, menaikan harga Pertamax menjadi Rp. 12.500-Rp.13.000. kenaikan tersebut dilakuka setelah mempertimbangkan lonjakan harga minyak mentah Indonesia (ICP) dari US $73,36 per barel pada Desember 2021 menjadi US $114,55 per 24 Maret 2022.  

Kenaikan Bahan Bakar Minyak ini sangat berpengaruh dalam berbagai sektor yang ada di Indonesia. dari mulai pelaku bisnis yang sangat membutuhkan BBM untuk menjadi sumber bahan bakar transportasi distribusi dan kegiatan yang ada dalam bisnis, tidak hanya dalam sektor bisnis saja namun kenaikan ini sangat berpengaruh juga dengan segala aspek yang ada dari mulai pendidikan, perekonomian, perkantoran, dan lain sebagainya. Dari hal itu bisa kita ketahui ketergantungan bahan bakar minyak tidak hanya berlaku di daerah kota ataupun orang kaya namun juga berpengaruh di daerah desa dan seluruhnya.

Dengan kenaikan BBM tersebut maka akan ada lonjakan harga yang sangat besar melihat hampir dari segala sektor yang ada, terutama di Indonesia sangat bergantung dan ketergantungan terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM). Kemungkinan para pengusaha ataupun pemilik usaha usaha akan menaikan harga barang produksi yang ada dengan faktor kenaikan BBM tersebut. Dan mungkin sangat banyak juga sektor sektor yang akan mengalami hal yang sama terkait hal tersebut. Terutama dalam sektor operasional dan transportasi, di Indonesia sangat banyak orang yang masih menggantungkan hidupnya atau memenuhi kehidupan hidupnya dengan bekerja dalam sektor transportasi. Bisa dilihat banyaknya ojek online atau jasa pengantar makanan dan barang yang bergantung dengan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dengan adanya kenaikan BBM ini maka kemungkinan harga-harga barang produksi akan naik juga dan bisa berpotensi Inflasi di Indonesia. inflasi merupakan suatu gejala yang menunjukan kenaikan harga barang barang produksi atau yang lainnya secara umum dan jangka waktunya terus menerus atau berkepajangan. Secara umum inflasi adalah lonjakan harga yang semua komoditas barang yang ada dalam priode tertentu. Dan inflasi juga akan membawa dampak dampak yang lainnya juga. Didalam islam juga ada beberapa hal yang akan terjadi menjadi dampak dari inflasi menurut islam. Dan menurut ahli ekonomi islam inflasi akan mengakibatkan dampak  buruk bagi perekonomian disuatu wilayah.

  • Menimbulkan gangguan terhadap fungsi uang, terutama terhadap fungsi tabungan (nilai simpan), fungsi dari pembayaran dimuka, dan fungsi dari unit penghitungan. Orang harus melepas diri dari uang dan aset keuangan akibat dari beban inflasi tersebut. Inflasi juga telah mengakibatkan terjadinya inflasi kembali atau dengan kata lain self feding inflation
  • Melemahkan semangat menabung dan sikap terhadap menabung dari masyarakat (turunnya marginal propensity to save)
  • Meningkatkan kecenderungan untuk berbelanja terutama untuk non primer dan barang barang mewh (naiknya marginal propensity to consume)
  • Mengarahkan infestasi pada hal hal yang non produktif yaitu penumpukan kekayaan (hoarding seerti tanah, bangunan, logam mulia, mata uang asing, dengan mengorbankan investasi kearah produktif seperti pertanian, industrial, perdagangan, transportasi, dan lainnya (karim, 2011 :13)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun