Mohon tunggu...
Nanda Yusnita
Nanda Yusnita Mohon Tunggu... Content Writer - Copywriter

Cafe Review - Movie Review - Event Review - Travelling - Lifestyle. Let's be friend, hit me on Instagram: @nandayusnita

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Balutan Ide Para Cendikiawan Masa Kini dalam Melukis Wajah Negeri

18 Agustus 2019   20:55 Diperbarui: 18 Agustus 2019   21:13 0 1 0 Mohon Tunggu...
Balutan Ide Para Cendikiawan Masa Kini dalam Melukis Wajah Negeri
Kiri ke Kanan (Fellexandro Ruby, Ario Pratomo, Najwa Shihab, Iyas Lawrence) Image by Nanda Yusnita

Dengan begitu mudahnya jaringan internet yang terkoneksi di layar berukuran enam inci, rasa-rasanya apapun informasi yang diinginkan akan dengan mudah dan cepat diakses. 

Berbagai konten-konten kreatif pun bermunculan, dimulai dari konten ringan yang dapat memicu tawa, konten informatif yang dapat memberi nutrisi pada otak, sampai konten agama yang dapat meneduhkan hati. Jika di umpakan, serasa diri ini terhanyut dalam lautan konten yang begitu banyak dan beragam. 

Pada acara Road to Playfest 2019 di Gordi HQ, Jakarta Selatan (13/08/2019), Najwa Shihab mengatakan "Ditengah begitu banyaknya konten yang berebut mencari perhatian, menjadi diri sendiri itu sangat penting karena tidak akan ada yang bisa menyamakan". Hal ini pun sejalan dengan apa yang diri pribadi yakini dalam hati "mulailah berkarya dengan menjadi diri sendiri, maka nantinya dunia akan melihat". 

Najwa Shihab & Iyas Lawrence, Image by Nanda Yusnita
Najwa Shihab & Iyas Lawrence, Image by Nanda Yusnita

Kiranya hal itu juga serupa dengan pencapaian yang sudah dicapai oleh Iyas Lawrence dengan podcastnya yang dikenal dengan Makna Talks. 

Dalam memulai perjalanan karirnya, ia mulai berkarya dari ikigai yang ia miliki (Ikigai, kata dalam Bahasa Jepang berarti hal kecil yang tertanam dalam diri). Berangkat dari ikigainya yang sangat suka berbicara, ia mulai memberi dampak nyata kepada negeri ini. 

Dengan tagline podcast "the other side of every story", tak jarang jika pendengar mendapatkan informasi anti mainstream yang memang belum pernah dibahas di luaran sana. 

Di acara yang sama, Road to Playfest 2019, Iyas mengungkapkan dengan gaya santainya "Awal Makna Talks terbentuk ya karena gue suka ngomong dan mau ketemu orang-orang keren yang terkenal dan gue nggak kepikiran sejauh mana podcast ini bakalan berjalan. Kalau bisa lebih, sampai menginspirasi orang lain, it is surprising" (13/08/2019). 

Hal kecil yang dilakukan secara persisten oleh Iyas tentunya membutuhkan komitmen yang besar sampai akhirnya dapat memberi dampak dan menginspirasi pendengarnya. Ken Mogi dalam bukunya yang berjudul Ikigai menuliskan yang kurang lebih jika di artikan kedalam Bahasa Indonesia, berbunyi seperti ini "memulai sesuatu dari hal kecil dan tanpa harus muluk-muluk merupakan suatu langkah besar menuju hasil yang ideal" (hal 40). 

Untuk mencapai hasil yang ideal, tentunya kreativitas menjadi sangat penting untuk diterapkan. Sedikit banyaknya inilah yang dilakukan Najwa Shihab dalam membentuk Narasi TV berkonsepkan "Creative Journalism" dengan mengedepankan prinsip jurnalisme  yang netral, akurat dan benar, tentunya dikemas dalam kemasan yang menarik sehingga sangat cocok untuk para generasi yang lahir di era digital

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3