Mohon tunggu...
Andesna Nanda
Andesna Nanda Mohon Tunggu... Konsultan - You Are What You Read

Kolumnis di Kompas.com. Menyelesaikan S3 di Universitas Brawijaya

Selanjutnya

Tutup

Money Artikel Utama

Menyuar Potensi Bisnis Wellness di Masa Pandemi

5 Agustus 2021   18:18 Diperbarui: 6 Agustus 2021   04:20 722
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gaya hidup | Foto oleh Blue Bird dari Pexels 

Saya termasuk masih berusaha rasional walaupun tetap saja kenyataannya otak manusia memang lebih cenderung irasional.

Kelompok terakhir adalah kelompok paling peduli mengenai wellness. Gaya hidup kelompok ini memang sudah fokus kepada keseimbangan kesehatan dan gaya hidup.

Kelompok ini juga yang menurut saya adalah the real influencers, yang nyata dan asli bukan karena dibayar namun perilaku mereka sudah menunjukkan kepedulian mengenai wellness ini.

Berdasarkan pengalaman saya pernah berada di kelompok pertama dan sekarang (masih setia) di kelompok kedua, ada beberapa hal yang bisa dilakukan perusahaan untuk bisa memahami peta perubahan wellness ini.

1. Memahami bahwa personalisasi produk itu penting

Apa hubungan antara wellness dan personalisasi ini? jawabannya adalah pada pola pikir konsumen.

Misalnya contoh yang bisa bayangkan adalah perusahaan-perusahaan bisa melakukan pelacakan terhadap konsumen melalui survei atau focus group discussion untuk mendapatkan data mengenai pandangan mereka terhadap kesehatan dan keseimbangan gaya hidup.

Kemudian data ini dapat digunakan untuk melakukan personalisasi produk barang dan jasa yang akan ditawarkan kepada mereka.

Ketika personalisasi ini tepat maka akan membangun pengalaman konsumen yang lebih baik dari kompetitor.

2. Memahami bahwa tren saat ini adalah produk yang bersifat natural

Saya banyak melihat saat ini tren konsumen milenial dan apalagi Gen Z mengarah kepada produk-produk yang berbahan dasar natural.

Tren konsumen lebih tertarik misalnya pada produk-produk perawatan kulit dan kosmetik yang berbahan dasar natural, kemudian tren menjadi vegetarian atau makanan-makanan berbahan dasar yang sehat seperti gandum dan bahkan mulai meninggalkan kebiasaan buruk menyukai junk food.

Ini semua harus diperhatikan oleh perusahaan bukan hanya yang bergerak di bidang wellness tapi juga industri lainnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun