Mohon tunggu...
Andesna Nanda
Andesna Nanda Mohon Tunggu... Konsultan - You Are What You Read

Kolumnis di Kompas.com. Menyelesaikan S3 di Universitas Brawijaya

Selanjutnya

Tutup

Money Artikel Utama

Menyuar Potensi Bisnis Wellness di Masa Pandemi

5 Agustus 2021   18:18 Diperbarui: 6 Agustus 2021   04:20 722
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gaya hidup | Foto oleh Blue Bird dari Pexels 

Sebuah asosiasi internasional yang bergerak di bidang wellness pernah melakukan survey pasar mengenai perilaku konsumen berkaitan dengan wellness.

Mereka kemudian mengategorikan perilaku konsumen terkait dengan wellness ini menjadi 3 kelompok besar.

Kelompok pertama adalah kelompok pemula atau entry level. Kelompok ini mulai mempunyai keinginan untuk melakukan koreksi terhadap kesehatan dan keseimbangan gaya hidup mereka.

Namun demikian kelompok ini baru sebatas memiliki aspirasi dan lebih banyak bersikap reaktif ketika mereka menemui masalah terkait kesehatan dan keseimbangan hidup.

Kemudian kelompok kedua kita sebut dengan kelompok menengah. Kelompok ini cukup terlibat dalam tren wellness mengenai kesehatan dan keseimbangan gaya hidup.

Mereka mulai kritis terhadap pola-pola kesehatan dan pekerjaan yang menurut mereka tidak sehat dan tidak seimbang.

Kelompok ini juga dengan mudah kita lihat dari pola pembelian mereka terhadap produk barang dan jasa yang mulai spesifik terhadap kebutuhan mereka akan wellness ini.

Di sisi lain kelompok ini tetap saja masih mempertimbangkan harga dan kenyamanan yang akan mereka dapat hanya dari pengetahuan dan pengalaman konsumen lain.

Gaya hidup | Foto oleh Blue Bird dari Pexels 
Gaya hidup | Foto oleh Blue Bird dari Pexels 

Kelompok ini juga memicu lahirnya kelompok spin-off lain yang katanya disebut dengan influencers. Kelompok yang lahir karena kebutuhan perusahaan memengaruhi kelompok tengah ini.

Saya pribadi menilai saya ada di kelompok tengah ini namun saya mungkin sedikit (atau mungkin banyak) orang yang enggan mengikuti begitu saja apa kata so called influencers tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun