Mohon tunggu...
Nanang Sugiyono
Nanang Sugiyono Mohon Tunggu... pelajar/mahasiswa -

seseorang yang sedang dalam proses pendewasaan diri, mencari siapakah aku yang sebenernya,untuk apakah aku itu ada dan akan kemanakah aku membawa kakiku melangkah,

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Skyline Part 1

31 Agustus 2015   08:50 Diperbarui: 31 Agustus 2015   08:50 180
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Fiksiana. Sumber ilustrasi: PEXELS/Dzenina Lukac

  Linda – gadis tomboy berdarah Cina-Jawa, terlahir di kota Jogjakarta dan besar di Jakarta. Meski sekilas terlihat jutek, sombong namun sebenarnya dia baik. Dia begitu care kepada teman-temannya. Di usianya yang hampir berkepala tiga, ternyata masih ada kekalutan dalam hatinya. Apalagi kalau bukan tentang jodoh. Kapan menikah, terkadang itu menjadi pertanyaan yang lebih sulit untuk ia temukan jawabannya daripada soal-soal Ujian Semester kuliahnya. Bukan tak ada pria yang mau dengannya, namun hatinya masih tertaut pada cinta pertamanya, Andra yang sekarang entah berada dimana. Kalau bukan tentang sebuah janji, tak mungkin Linda menanti. Sewindu lamanya.

            Aldo – cowok ganteng berbadan tegap, kulit putih berdarah Manado . Badannya memang sangat atletis, perut sixpack membuat wanita yang menatapnya terhipnotis. Tapi anehnya hatinya tak pernah tertarik sama makhluk bernama wanita. Meskipun di depannya berdiri wanita paling cantik, tak sedikitpun matanya melirik. Ah sepertinya dunia memang sudah terbalik.

            Egy – pria berkulit sawo matang berdarah Bali. Mengadu nasib di Ibukota, mencoba mengais rejeki dan melanjutkan study. Bisa dibilang pria playboy. Entah sudah berapa banyak wanita yang dipacarinya, namun selalu saja tak bertahan lama, kalaupun bertahan tiga bulan itu sudah luar biasa.

            Natha – cowok unik berkacamata, berdarah jawa. Di otaknya selalu di penuhi bahasa-bahasa sastra. Senyumnya manis, ditambah pula lesung pipit yang selalu menghiasi sudut pipinya. Bagaimana wanita tak tergila-gila, sudah pandai, manis, dan suka akan sastra pasti akan menjadi cowok romantis. Namun bagi Natha, tujuan pertamanya di Jakarta untuk melanjutkan kuliahnya. Ini membuat sikapnya kadang terlihat dingin, cuek, bila ada gadis-gadis yang ingin mencoba dekat denganya. Baginya jodoh akan datang tepat pada waktunya. Karena Tuhan sudah merancangnya.

            Riana, berdarah Betawi. Rambut hitamnya selalu terurai. Hanya sekedar jepit rambut bermotif warna-warni yang menjadi hiasan kelapanya. Bisa dibilang dialah gadis paling cantik di kampusnya. Bahkan banyak cowok-cowok yang menyebutnya seperti Putri yang sedang terasingkan dari negerinya, seperti dongen Cinderella yang diasingkan ibu dan saudara tirinya.

            Bagi mereka berlima, persahabatan tak pernah mengenal perbedaan agama, suku bahkan orientasi seksual seperti pada Aldo. Mereka sudah menjadi seperti tubuh. Dimana ketika satu sahabatnya mendapat celaan atau hinaan, tersakiti maka yang lain akan ikut merasakan jua. Mereka saling melengkapi. Bagaiamana Linda yang sok jutek, tapi selalu care dengan sahabat-sahabatnya. Aldo pria yang penuh dengan kelembutan hati. Egy yang selalu menjadi simbol kekuatan mereka, pria paling tangguh bila dibanding dengan Aldo dan Natha. Sedang Natha sendiri, sosok paling genius di antara mereka. Seumpama tubuh, Natha adalah otaknya. Dan Riana, gadis cantik ini selalu tampil modis, dan humoris. Selalu menghadirkan tawa di antara mereka. Inilah tentang mereka, tentang perjuangan dan persahabatan, tanpa melihat pada perbedaan. Bagi mereka bumi yang dipijak adalah sama, di bawah naungan atap yang sama pula. Langit Ibukota.

“Panas sekali hari ini, capek gue harus bolak-balik antara Rawamangun dan Salemba” tutur Egy sambil menyerobot minuman segar di tangan Aldo.

“ihhh Egy mah gitu, itu minuman aku” Aldo tampak cemberut.

“ Cie..cie, jadi sekarang ceweknya anak Salemba nih, cewek yang keberapa Gy”, ejek Riana.

“Baru PDKT, hahaha makanya harus bela-belain anter jemput, biar dia melihat perjuangan gue, hahaha, kalau sudah jadian, ntar suruh berangkat sendiri, hahahaha,” Jawab Egy sekenanya. Sifat Playboy tak pernah lepas darinya.

“ Egy, balikin  minuman aku,” Aldo yang keliatan manja jelas berbeda sekali dengan badannya yang tampak begitu kekar. Karena dia selalu menjaga penampilannya. Fitness tak pernah absen setiap minggunya. Untuk menarik cowok-cowok katanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun