Mohon tunggu...
Maziao
Maziao Mohon Tunggu... Penulis - .

Halo teman-teman, kenalin aku Maziao.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Para Bahadur

17 Mei 2024   11:04 Diperbarui: 27 Mei 2024   10:28 60
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Letusan beceng pekakkan telinga

Ahmar terserak tak tentu arah

Rintih terdengar lara

Tangis rakyat meratapi para bahadur

 

Sengsara menjadi tontonan belaka


Tak ada inayat datang

Hanya angan yang lahir dari rakyat dan bahadur

Kolonialis tak punya nurani

 

Gundah bertandang selalu

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun