Mohon tunggu...
Nurul Mutiara R A
Nurul Mutiara R A Mohon Tunggu... Freelancer - Manajemen FEB UNY dan seorang Blogger di www.naramutiara.com

Seorang Perempuan penyuka kopi dan Blogger di http://www.naramutiara.com/

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Membuat Gerabah dengan Tangan Sendiri? Yuk, Berwisata ke Dusun Klipoh Kabupaten Magelang

16 Juli 2021   21:03 Diperbarui: 31 Juli 2021   23:07 1262
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya saya bisa menyelesaikan satu gelas tanah liat.

Tentunya dengan bantuan banyak dari bu Yuri. Berikut merupakan gelas yang telah saya buat dan dikirimkan ke penginapan sehari kemudian.

gelas tanah liat yang saya buat (Dokumentasi pribadi)
gelas tanah liat yang saya buat (Dokumentasi pribadi)

Sangat menarik bukan? Meski gelas yang saya buat tak sebagus buatan bu Yuri maupun pengrajin yang lain, namun saya merasa sangat puas bisa berkesempatan menjelajah alam Kabupaten Magelang dan mencoba secara langsung membuat gelas bertuliskan nama blog saya, www.naramutiara.com.

Dengan adanya nama itu, setidaknya saya selalu ingat pernah menjejak ke Dusun Klipoh, surga bagi pengrajin gerabah.

Kabupaten Magelang tak hanya bicara tentang Candi Borobudur, Loh!

Hari itu, selepas membuat gerabah, kami segera menuju penginapan kami di Balkondes Ngargogondo. Dengan perasaan riang dan puas, kami semua merasakan kembali perjalanan cantik menyusuri persawahan dan perbukitan Menoreh. Namun kali ini kami tak menggunakan Jeep, tetapi mobil VW yang merupakan usaha milik warga Kecamatan Borobudur.

Pengalaman membuat gerabah di Dusun Klipoh ini sedikit banyak memberi pengetahuan baru bagi saya dan teman-teman bahwa Indonesia di masa lalu memiliki rekam jejak yang luar biasa soal seni kriya.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi

Berdasarkan informasi dari Balai Konservasi kebudayaan Kemdikbud, seni membuat gerabah telah tertatah dalam relief Candi Borobudur yang telah berdiri sejak ratusan tahun lalu. Luar biasa! Bagi saya, ini merupakan wisata edukasi yang sesungguhnya.

Harapan saya dikemudian hari, wisata edukasi semacam ini bisa lebih digencarkan agar generasi muda tak hanya mengenal Magelang dari nama “Candi Borobudur” saja. Tetapi juga mengulik sisi lain yang menaungi kecamatan tersebut. Sebab, tak bisa dipungkiri bahwa perspektif Borobudur pasti mengarah ke Candi. Padahal, ada 20 desa wisata yang bisa ditelusuri keindahan serta potensi ekonominya.

Apalagi semua tahu bahwa Borobudur menjadi salah satu DSP atau Destinasi Super Prioritas yang berarti destinasi tersebut tak hanya difungsikan sebagai daya tarik wisatawan saja, namun juga menumbuhkan ekosistem ekonomi kreatif yang melibatkan warga setempat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun