Mohon tunggu...
EM EM Diahmad
EM EM Diahmad Mohon Tunggu... Guru - m muslihat diahmad

abituren nw, alumnus iain yogya, pasca sarjana STIE Trianandra

Selanjutnya

Tutup

Hobby Pilihan

Catatan Pers Mahasiswa Dulu

8 April 2020   08:29 Diperbarui: 8 April 2020   08:30 46
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Hobi. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

Langkah selanjutnya dapat hambatan kecil di kala meminta kesediaan Pak Bambang Setiawan dengan materi 'Dasar-dasar Komunikasi Massa', karena ada tugas di Medan sebagai dosen publistik fakultas Sosial Politik UGM, terpaksa diganti dengan sejawatnya Bapak Hasyim Nangcik.

Adapun halnya Bapak Hasan Basri yang akan memberikan materi 'Teknik Wawancara' pada hari pertama, tidak terlalu sulit ditemui dan orangnya mudah berkonsultasi dengan siapa pun, maklum disamping dosen beliau juga sebagai seorang pendakwah. 

Dalam pembicaraan empat mata, sembari melihat dan memperhatikan surat-surat yang dibawa untuknya. Beliau menyatakan kesanggupan, dengan syarat waktunya dipersingkat, karena kebetulan pada hari yang sama beliau memberikan ceramah di desa Papringan berdekatan dengan kampus IAIN Sunan Kalijaga.

Pengalaman lainnya, ketika menghubungi tokoh senior Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia Cabang Yogyakarta, Subagyo Sayogya yang biasanya memberikan materi 'Kode Etik Pers Mahasiswa.' 

Tiga kali ke rumah beliau, tidak ketemu. Lantas dititipkan surat-suratnya pada tetangga. Besoknya beliau menelpon (maklum belum ada HP) dari kantor redaksi 'Pusara' Jalan Taman Siswa dengan menyatakan tanda 'bersedia.' Alhamdulillah.

Lain lagi ketika menemui salah seorang tokoh nasional, pendiri organisasi pemuda dan mahasiswa terkenal, untuk memberikan pencerahan pemikiran dalam dunia pers mahasiswa. Sebagai pendiri organisasi kepemudaan dan mahasiswa yaitu 'Himpunan Mahasiswa Islam' (HMI), Profesor Lafran Fane, guru besar IKIP (sekarang UNY). 

Sosok sahaja yang selalu memberi semangat kepada siapa saja, termasuk pers mahasiswa. Beliau sangat, sekali lagi sangat sederhana. Bertemu di Asrama Mahasiswa Singgah Mata Yogyakarta. Beliau dengan senang hati menyatakan kesediaannya.

Sosok sederhana ini tetap seperti dahulu, tidak berobah sikapnya. Memakai sepeda dayung kemana-mana. Senang berdiskusi sembari memberikan pencerahan kepada mahasiswa, pelajar, masyarakat yang ditemuinya. 

Dan baru-baru ini dianugerahkan oleh negara dan pemerintah dengan tanda jasa 'Pahlawan Nasional' bersamaan dengan al-Maghfurlah TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, pendiri NWDI, NBDI dan NW.

Sepenggal pengalaman sewaktu mahasiswa dulu, terasa ada dunia lain disana. Dalam dunia pers mahasiswa  dan media kampus. Orang-orang pers disibukkan oleh dedikasi dan tanggung jawab serta konsekwensi menyeluruh. 

Penuh dengan integritas yang diemban masing-masing. Keterlambatan berita sedikit saja adalah momok yang harus dihindari. Pengemban pers harus cepat bertindak mengekskusi berita, agar tetap aktual. Kalau tidak, informasi yang diserap menjadi daluwarsa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun