Mohon tunggu...
Musa Hasyim
Musa Hasyim Mohon Tunggu... M Musa Hasyim

Mahasiswa pascasarjana Kajian Wilayah Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia. Menyukai fiksi dan non-fiksi.

Selanjutnya

Tutup

Film Artikel Utama

Film Parasite, Saksi Kebangkitan Film Korea dan "The Rise of Asia"

10 Februari 2020   20:37 Diperbarui: 12 Februari 2020   05:51 2225 7 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Film Parasite, Saksi Kebangkitan Film Korea dan "The Rise of Asia"
Reaksi Bong Joon Ho saat menerima penghargaan Oscar 2020 dari Jane Fonda. Filmnya berjudul "Parasite" sukses menyabet 4 piala Oscar dan dinobatkan sebagai film terbaik. (AP Photo/Chris Pizzello)

Mungkin kalian bosan mendengar film-film barat Hollywood yang selalu memenangkan ajang Oscar. Hampir tiap tahun, pasti sederet nominasi dan pemenang diraih oleh film besutan Hollywood.

Apa film di luar produksi Barat itu jelek dan sedikit penontonnya? Atau justru Oscar adalah propaganda Barat dalam menyebarkan ide bahwa AS dan sekutunya selalu nomor satu di banyak bidang?

Seperti kita ketahui bersama, ajang Oscar adalah ajang penghargaan tertinggi di jagad perfilman dunia. Namun karena yang selalu menang itu film Barat terus, jadinya hanya disebut ajang perfilman Hollywood. 

Memang, kita patut mengakui bahwa film-film Hollywood itu memiliki kualitas dan jalan cerita yang bagus. Namun bukan berarti di luar film tersebut tak ada yang pantas mendapatkan mendapatkan Oscar.

Oscar memang memberikan penghargaan khusus bagi film non-bahasa Inggris, tapi sayangnya porsinya sangat kecil sementara nominasi sutradara terbaik, artis pendukung terbaik, efek visual terbaik semuanya diduduki oleh film Hollywood.

Dunia harus buka mata, apalagi setelah film Korea berjudul Parasite memenangkan penghargaan The Best Original Screenplay di ajang Oscar 2020. Tak hanya satu kategori tapi juga banyak kategori seperti Best Director, Best Picture, dan juga International Feature Film. Bisa dibilang Parasite telah memecahkan rekor Asia. 

Film Parasite ini bercerita cukup sederhana tentang kesenjangan antara si kaum borjuis dan kaum papa. Namun detail pesan yang ingin disampaikan sangat menyentuh. 

Adegan yang disajikan pun tak jauh dari realitas sosial di mana selalu ada tembok penghalang antara si miskin dan si kaya. Dan akhirnya yang miskin tetap miskin dan kaya makin berkuasa.

Tak hanya ajang Oscar, ajang Grammy Award pun tak jauh berbeda. Dan seperti yang sudah bisa kita tebak bersama bahwa tak ada wakil Asia yang masuk nominasi apalagi menjadi The Winner.

Sama ketika ajang Grammy Award berlangsung di mana BTS yang digadang-gadangkan mendapat piala malah harus puas gigit jari. Netizen pun saling sindir kepada penyelenggara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x