Mohon tunggu...
Murtiyarini Murtiyarini
Murtiyarini Murtiyarini Mohon Tunggu... Blogger / PNS -

Penulis Lepas

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Enjoy, Diet Gizi Seimbang dengan Soyjoy Crispy

21 Agustus 2018   22:57 Diperbarui: 21 Agustus 2018   23:10 463
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
SOYJOY Crispy disela bekerja (Dokpri)

Diet Gizi Seimbang, pilihan saya.

 Diet tidak boleh sampai kekurangan nutrisi.  Untuk mencegah terjadinya penyakit gangguan metabolisme perlu menyeimbangkan masukan energi sesuai dengan kebutuhan tubuh. Harapannya, tubuh tidak kekurangan nutrisi, juga tidak kelebihan kalori.

Menu gizi seimbang merupakan saran terbaik untuk diet. Gizi seimbang berguna untuk pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh dan proses metabolisme tubuh. Dalam satu piring makan, idealnya terdiri dari 50% buah/sayur, 25% protein, dan 25% karbohidrat.

Sementara itu, kebutuhan energi juga perlu diketahui agar kita tahu batas maksimal kalori tercukupi. Karena jika belebih, kalori akan ditimbun menjadi lemak. Kebutuhan energi pada orang dewasa 1700-2250 kkal. Sedangkan kebutuhan kalori saya 1700 kkal saja (sesuai jenis kelamin, usia dan tinggi badan).

 Setelah saya pikirkan, persoalan saya adalah kelebihan asupan karbohidrat. Dalam sehari asupan karbohidrat dari sumber tepung-tepungan cukup banyak. Saya menemukan kekeliruan kebiasaan makan selama ini. Untuk mengenyangkan perut, saya tidak berhitung keseimbangan gizi yang saya makan. Selain nasi, saya masih makan perkedel, gorengan, roti, mie dan jajan pasar sehingga porsi karbohidrat berlebihan.  Diet gizi seimbang bukan menghilangkan sumber karbohidrat, hanya saja mengembalikan jumlah asupan dalam porsi seimbang, yaitu 25% kebutuhan nutrisi tubuh.

Diet pun dimulai, tepatnya September 2017. Dalam 6 bulan berat badan sukses turun 6 kg. Saya dibantu dengan aplikasi penghitung kalori makanan: FatSecret.

Berhubung saya masih ingin ngemil snack dan buah, yang mana keduanya mengandung karbohidrat, maka saya memilih mengeliminir nasi dalam menu harian. Bukan salah nasinya, tapi pola makan saya yang salah. Mengeliminir nasi adalah pilihan termudah buat saya. Tentu belum tentu sama bagi orang lain. Proses mengurangi nasi ini saya lakukan bertahap. Hari pertama-kedua saya kurangi jadi setengah, hari ketiga-keempat jadi seperempat, hari kelima saya sudah tidak tergantung nasi. Tidak ketagihan nasi lagi!

Dari perhitungan saya, jika nasi bisa dikurangi dari menu harian, maka akan mengurangi sumber karbohidrat terbesar dari menu harian saya, yaitu sekitar 3 x 150 gram nasi atau sekitar 750 kkal per hari. Seharusnya berat badan bisa turun secara signifikan. Sementara konsumsi makanan lain tetap, lauk, buah, sayur dan snack seperti biasa.

Sanggup jalan-jalan dengan berat badan ideal. Saya yang berbaju merah (Dokpri)
Sanggup jalan-jalan dengan berat badan ideal. Saya yang berbaju merah (Dokpri)

Snack sehat SOYJOY Crispy membantu proses diet dengan cara enjoy. 
Awalnya tidak mudah mengendalikan rasa lapar, karena ada masanya tubuh ketagihan karbohidrat. Namun dengan konsistensi mengurangi nasi, akhirnya tubuh beradaptasi dan lebih tahan lapar.

Diet itu harus enjoy.  Cara mudah mengendalikan rasa lapar adalah dengan mengonsumsi snack tinggi serat dan protein di antara waktu makan agar tidak kelaparan.  Ngemil (snacking) di antara jam makan merupakan bagian dari pola makan gizi seimbang agar tubuh tidak kekurangan nutrisi dan energi. Biasanya saya ngemil antara jam 9-10 pagi di kantor, dan jam 3-4 sore sebelum Sholat Ashar.

Memilih snack juga tidak sembarangan, artinya jangan memilih snack yang tinggi karbohidrat/gula karena hal ini malah akan memicu rasa lapar sehingga otak memerintahkan untuk makan lebih banyak. Salah memilih snack membuat program diet gagal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun