Novel

Hembusan Angin Cemara Tujuh 45

1 Agustus 2018   19:39 Diperbarui: 1 Agustus 2018   19:51 686 0 0

*Hembusan Angin Cemara Tujuh 45*

Ekspose di depan Direksi lengkap itu seolah akan menjadi ujian pendadaran , yang sangat menentukan kelulusan dan masa depan mereka.

Hari Sabtu Week end itu, mereka berempat diskusi di rumah Wikarya sejak pagi.

Di mulai dengan Brain storming, Wikarya menggali usulan dan lemparan ide dari teman temannya, masing masing peserta rapat.

Puspa yang pertama bicara. Puspa me raise ide tentang Transformasi Keuangan. Menurut Puspa, para Silo Thinker ....... orang orang yang berpikir hanya dari sisi departemen nya sendiri .....selalu memiliki persepsi, kalau orang keuangan itu hanya sebagai pencatat, recorder transaksi perusahaan. Selain itu menurut para Silos orang keuangan itu juga harus menjadi penyedia pendanaan, apapun dan berapapun kebutuhan finansial dari unit lain.

Menurut Puspa, para Silos sering tidak mau mendengar tentang kemampuan finansial. Teriakannya selalu kebutuhan ..... dan kebutuhan, yang terkadang ternyata hanya kebutuhan semu.

Apabila tidak melaksanakan patron pemenuhan kebutuhan seperti itu, orang keuangan akan di cap orang orang rewel, rigid, penghambat kemajuan perusahaan.

Transformasi Keuangan adalah metamorfosa peran bidang keuangan, dari hanya dianggap sebagai recorder dan penyedia dana menjadi peran transformer, sebagai dinamisator pembentuk bisnis korporasi.

Kombinasi penetapan hasil performa keuangan yang realistis namun menantang , dilengkapi dengan proses bisnis yang fleksibel dan sederhana, diyakini itu akan menjadi alat dinamisasi perusahaan yang efektif.

Kemudian giliran Deni bicara. Sesuai dengan bidangnya, Deni mengemukakan perlunya konektivitas data dan semua aktivitas perusahaan dengan basis IT.

Dimulai dengan konektivitas on line di sistem korporasi yang selalu update. Ditingkatkan masuk dalam sistem konektivitas virtual Nasional. Dan, selanjutnya menjadi warga dunia maya, bisa terhubung di tingkat Internasional.

Sutopo mengusulkan Strategi dan program aksi pelayanan dan komersial, dengan basis temuan Analisis kesenjangan ( gap analysis ) dan Juga Ekspetasi Analisis. Dari analisis tersebut, selanjutnya perlu dibuat Road Map dan program aksi lima tahun ke depan.

Wikarya menambahkan beberapa poin poin penting, terkait Human Capital mapping and Development, juga mengenai Corporate Culture, dan beberapa yang lain.

Kesimpulan dua jam diskusi pertama, mereka sepakat akan membuat tema ekspose adalah rancangan awal Rencana Bisnis lima tahun ke depan.

Mereka mengumpulkan Dokumen dokumen hasil pemeriksaan KAP ( Kantor Akuntan Publik ), Buku Anggaran, hasil Audit internal, hasil survey kepuasan pelanggan, survey kepuasan pegawai. Juga catatan catatan dan penilaian Komisaris dan pemegang Saham, serta dokumen penting lainnya.

Mereka membuat format Perencanaan Bisnis, dan program Eksekusi sistimatis , gaya sekolahan.

                 Bersambung