Mohon tunggu...
Ibra Alfaroug
Ibra Alfaroug Mohon Tunggu... Petani - Dikenal Sebagai Negara Agraris, Namun Dunia Tani Kita Masih Saja Ironis

Buruh Tani (Buruh + Tani) di Tanah Milik Sendiri

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Sejarah, Ketokohan, dan Literasi

6 November 2021   16:03 Diperbarui: 6 November 2021   17:24 212 20 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrated by: kosngosan.com

"Orang boleh setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis ia akan hilang dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja dalam keabadian." Pramoedya Ananta Toer.

Ungkapan sastrawan terkemuka Pramoedya Ananta Toer, menarasikan ide/gagasan yang dituang dalam rangkaian aksara, tulisan. Cara efektif membuat sejarah ketokohan seseorang.

Mengukir sejarahnya dengan mengabadikan diri dalam karya tulis, mengingat orang yang lain tentang personal branding konsep, gagasan sosok figure tertentu.

Meski tidak dilahirkan dari rahim orang-orang besar, ningrat, ilmuan yang ternama. Dengan melukis nama sendiri dengan literasi, menelurkan gagasan yang bermanfaat kepada khalayak, tulisan.

Terlepas apakah itu kritik, ide besar, analisis sudut pandang. Lebih membekas dari sekedar retorika saja yang mudah menguap, hilang tak membekas ditelan sang angin lalu.

Kini atau nanti suatu tulisan, waktu jua yang akan berbicara. Sampai tiba waktunya, yang tidak bisa ditentukan kapan, hari ini atau esok hari, lusa atau ribuan tahun kemudian. Dapat berguna bagi orang lain.

Selagi keberadaan tulisan masih ada, bernilai menurut orang lain. Maka sang penulis akan selalu dikenang oleh orang lain sepanjang masa. Dicari bagai mutiara yang langkah, diburu bak harta karun. Sejarah tentang dirinya.

Tokoh-tokoh besar pun tak luput akan hal ini. Melalui ramuan ide yang diukir dengan racikan kata-kata maka ide cemerlang dapat tersampaikan.

Membangun opini, memberikan pemahaman akan obyek tertentu dengan pandangan yang baru.

Kemudian hari dikarenakan karya tulisnya. Menjadi literatur sejarah referensi akademisi dan kajian riset masa berikutnya. Atas karya tulis sebelumnya dari sang penulis. Tidak terkenal akhirnya dikenal semua orang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan