Mohon tunggu...
Muis Sunarya
Muis Sunarya Mohon Tunggu... esais

Jaga herd immunity (kekebalan komunal), dan setop herd stupidity (kebebalan komunal). Kita mesti kebal, jangan bebal. Tetap waras, jangan culas. Gunakan akal sehat biar selamat.

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Apa Bedanya Berpuasa Ramadan di Tengah Pandemi, Kini dan Tahun Lalu?

14 April 2021   23:16 Diperbarui: 14 April 2021   23:34 518 12 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Apa Bedanya Berpuasa Ramadan di Tengah Pandemi, Kini dan Tahun Lalu?
Suasana Masjid Istiqlal selepas salat Jumat (KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO)

Sama-sama masih dalam keadaan kahar pandemi, berpuasa Ramadan kali ini dan tahun lalu, sebenarnya tidak jauh berbeda.

Artinya, realitasnya sama saja. Bahwa kita tetap harus memperhatikan protokol kesehatan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19 itu adalah keniscayaan.

Memakai masker, mencuci tangan dengan sabun (hand sanitizer), menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas (dikenal dengan protokol kesehatan 5M) adalah sebuah ikhtiar yang harus terus dilakukan dan dibiasakan dalam kondisi masih pandemi.

Dengan kata lain, bahwa kebiasaan baru di saat pandemi ini dengan menerapkan protokol kesehatan seperti itu, baik di dalam maupun di luar bulan Ramadan prinsipnya sama. 

Yang membedakan mungkin nuansanya saja. Ada sedikit modifikasi dan pelonggaran dalam hal yang berkaitan aktivitas keseharian, dan lebih khusus, bertaut dengan aktivitas keagamaan yang mengiringi pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Ramadan tahun lalu, misalnya. Karena di awal masa pandemi dan kurva penyebarannya terus tampak menanjak secara tajam dan signifikan, maka seluruh aktivitas, termasuk aktivitas keagamaan yang mengundang kerumunan dan konsentrasi massa secara masif dalam satu tempat sempat dilakukan moratorium. 

Semua aktivitas itu dilarang, dibekukan, dan dihentikan secara ketat dan total, terutama untuk daerah-daerah yang terindikasi penyebaran covid-nya sangat tinggi (berada pada zona merah).

Aktivitas keagamaan pun tentu saja menyesuaikan. Seperti pengajian-pengajian, majelis-majelis taklim, dan pernikahan dengan mengundang jemaah (orang banyak) dan kerumunan itu ditiadakan sama sekali.

Salat berjemaah di masjid atau musala, salat Jumat, salat Tarawih, tadarusan (kegiatan membaca Al-Qur'an bersama-sama di masjid), bahkan salat Idulfitri tahun lalu, itu semuanya harus dilakukan di rumah masing-masing. Tidak diperbolehkan dilakukan di masjid. Begitu pengalaman Ramadan tahun lalu.

Ramadan tahun ini yang jelas masih sama dalam hal menerapkan protokol kesehatan. Lantas, apa yang membedakan? Kebijakan pemerintah dalam membuat sedikit pelonggaran untuk masyarakat dalam melaksanakan aktivitas keagamaan.

Salat berjemaah, salat Jumat, salat tarawih, buka puasa bersama, dan seterusnya, sudah boleh dilakukan dengan beberapa ketentuan yang harus dipenuhi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x