Mohon tunggu...
M. Saiful Kalam
M. Saiful Kalam Mohon Tunggu... Penulis - Pelajar

Menulis yang terbaik saja

Selanjutnya

Tutup

Karir Pilihan

Kalau Mau Kaya, Jangan Jadi Penulis!

4 September 2021   12:34 Diperbarui: 4 September 2021   13:02 69 5 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kalau Mau Kaya, Jangan Jadi Penulis!
Karier. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

(cerita ini adalah opini pribadi penulis beserta pandangannya. Ya tetap menggunakan kaidah logika make sense. Happy reciting.)

Mungkin judulnya terkesan nyentrik dan aneh daripada umumnya. Tapi yang penulis tekankan, saya tidak bermaksud untuk merendahkan motivasi untuk menulis. Bahkan, saya sangat mendewakan bahwa menulis itu salah satu aplikasi dari ilmu tingkat tinggi. Sebab, kalau tulisan kita benar dan fakta, maka akan menjadi sebuah kekuatan yang besar untuk merubah dunia.

Oke, kali ini saya akan berfokus pada job sebagai penulis. Banyak dilema yang penulis alami, bahkan sekelas penulis nasional tidak sanggup mencukupi kehidupannya hanya dengan menulis. Apakah itu benar? Mari kita cermati di bawah.

Ada dua penulis nasional yang kali ini saya cermati. Pertama yaitu penulis novel legendaris yang berjudul "Hafalan Sholat Delisa", bahkan judul novelnya pernah diangkat menjadk fim dan berhasil meraih jutaan views kala 2005 itu. Siapa dia kalau bukan Tere Liye.

Tere Liye selain punya banyak karya tulis yang hebat, diketahui ia juga sebagai akuntan di sebuah perusahaan. Baginya, menulis itu adalah sebuah hobi, dilain hal traveling adalah juga hobinya.

Penulis kedua yaitu tokoh yang terkenal dengan karya monumental yang berjudul "Ayat-Ayat Cinta". Juga buku novel cinta-religi tersebut difilmkan dan berhasil meraih jutaan views pada kala 2008 itu.

Diketahui Habiburahhman El-Shirazy, atau biasa yang disebut Kang Abik, beliau meruapakan dosen Lembaga Pengajaran Bahasa Arab dan Islam Abu Bakar Ash Shiddiq UMS Surakarta.

Dari dua kisah di atas, tentu dong kita boleh bertanya dalam hati, "Kenapa sih mereka kok tetap bekerja meski punya banyak karya tulis yang best seller."

Jawabannya sederhana, karena royalti yang diberikan partner penulis tidak mencukupi kebutuhan hidup mereka. Apalagi, kita tahu kalau sudah kondisinya berkeluarga, bahkan kita harus bekerja di dua atau tiga tempat, itu hanya semata-mata agar kebutuhan hidup seluruh keluarga tercukupi.

Sedangkan penulis? Analogi sederhanaya begini. Kita bisa hidup katakanlah dapet gaji minimal 2 juta perbulan. Kalau di penulis, biar bisa dapet dua juta kan minimal terjual buku setidaknya 100 buku, kalau mengambil untung 20 ribu tiap bukunya. 

Berarti, setahun kan minimal 1200 buku yang terjual. Pertanyaan selanjutnya, apakah jumlah pembeli tiap bulan itu bisa sampai 100 semua? Ya ada yang bisa ada yang tidak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan