Mohon tunggu...
Yasinisme
Yasinisme Mohon Tunggu... Lelaki penikmat es kelapa muda

Lelaki yang senang diajak lontang-lantung, Anak terakhir lahir di Kota Bekasi, Kuli tinta, Pengajar di Sekolah Menengah Kejuruan Swasta Kota Bekasi.

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara

Bilang TPS Penuh Kecurangan, Wajib Baca Ini

20 April 2019   09:50 Diperbarui: 20 April 2019   10:59 0 2 1 Mohon Tunggu...
Bilang TPS Penuh Kecurangan, Wajib Baca Ini
dokpri

Sempet denger kalau pemilu penuh kecurangan, nyeseknya lagi TPS banyak lakukan kecurangan. Kalau ketahuan yang ngomong siapa, rasa-rasanya 5 tahun lagi disuruh jadi panitia or petugas TPS saja, biar ngerasain gimana perjuangan jadi petugas.
Lebih jelasnya saya kasih tau yang perlu kamu tau sebelum berkata demikian.

1. Petugas TPS akan diundang untuk ikut rapat sekaligus penyuluhan terkait kegiatan yang akan dilakukan oleh anggota TPS. Sedihnya lagi itu diadakan tiap malam, dan semakin sedih pas banget di malam minggu. Sebenarnya buat saya tidak terlalu sedih, sebab saya pribadi sudah berkeluarga, yang sedih para pasangan muda-mudi yang kerap bertemu di malam tersebut. 

Hujan di malam minggu yang cuma 1-2 jam saja sudah buat hati nyesek, apalagi kegiatan ini, yang bisa sampai 2-3 atau 4 jam. Inget ini malem minggu loh, mungkin ada yang di malam berbeda, tapi yang saya dapatkan di malam minggu.

2. Mengurus data warga dan Sebar undangan
Kamu pernah menulis dan mengecek ulang data, kalau cuma belasan si nggak masalah, ini sampai ratusan, yang kemarin saya rasa di TPS 57 kelurahan mustikasari, kecamatan mustikajaya Kota Bekasi ada dua ratusan lebih. Mengecek alamat (masih ada/meninggal/sudah pindah) menulis nama, alamat dan no KTP, ditambah menyerahkan ke warga yang bersangkutan. 

Sedihnya saat warga yang bersangkutan sudah pindah dan menelusuri jejaknya sampai ketemu, Sungguh bukan hal yang mengasyikan,  untung anggota TPS 57 yang berjumlah 7 orang sangat baik dan pengertian, walau masing-masing dengan karakternya sendiri.

3. Menyiapkan tempat dan sarana kegiatan
Dari yang kami lakukan, sebenarnya diluar sana ada yang mungkin lebih rumit dalam hal ini, kalau kami beruntung ada bangunan yang bisa dipakai untuk kegiatan tersebut. Hanya menambahkan tenda, pengeras suara, kursi dan meja beserta cemilan-cemilan plus kopi hitam, tapi lelah tetap saja lelah, meski sudah demikian dipermudah, tetap saja lelah. Tapi di luar sana, di tempat yang belum tentu mendapat lapak yang baik, bisa lain ceritanya.

4. Menjaga lokasi/tempat TPS dari satu malam sebelum besoknya dipakai sampai malamnya, selesai kegiatan.
Ini yang sebenarnya tidak mengenakan, ketika biasanya tidur di kamar tiba-tiba tidur di tempat yang tidak biasa. Kalau saya lantaran tidak tahan dan sulit pulas, jam 2 malam meluncur ke rumah dan jam 5 pagi sudah ready di lokasi, sementara rekan yang lain bertahan di lokasi tersebut. Ada 7 anggota TPS ditambah 2 yang bertugas jadi pengamanan. 

Sumpah demi apapun hal itu tidak mengasyikan. Kalian bisa bayangkan berapa banyak darah yang terhisap nyamuk, dan urat-urat syaraf yang dipaksa stendby. Kami mulai dari malam itu, satu malam sebelum kegiatan berlangsung, ketika keperluan TPS datang, mulai dari kotak suara dan lainnya. 

Sampai pagi tiba, membongkar dan mengecek dan menghitung sekaligus menunjukannya ke para saksi dari partai-partai yang ikut pesta demokrasi. Mata yang ngantuk tidak bisa kami tutupi dengan sempurna. 

Berlanjut menulis ratusan bahkan mungkin ribuan kertas yang didalamnya belum dibubuhkan alamat dan no TPS. Sedikit sih, hanya 5 atau 3 kolom kosong yang kami isi, tapi dengan jumlah kertas ribuan. Bung.... Itu bukan hal yang asyik.

Lanjut ke proses perhitungan suara, jujur ini awal saya terjun jadi bagian TPS, dan di sini saya sangat terkejut bin kaget, saya pikir jam 6 sore selepas adzan Maghrib semua sudah selesai, nyatanya tidak. Sampai benar-benar rapih dan tidak ada lagi kegiatan lain, di akhiri tepat jam 2 pagi. Apa kau pikir itu kegiatan yang sekedar bercanda lalu tertawa dan membuat bahagia. Tidak Bung... Itu tidak seasyik yang kalian pikirkan.

"apakah ada kecurangan di TPS?" kalau ada, kami tak perlu repot melakukan tahap demi tahap kegiatan itu, bisa saja jam 1 selesai, selepas adzan asar menghitung dan menutup semua dengan do'a. Lalu kami pulang ke rumah masing-masing. Tapi demi negara, tidak sebercanda itu bung, kami lakukan semua dengan pertanggung jawaban. Kalau masih teriak banyak kecurangan di TPS. 5 tahun ke depan coba jadi petugas TPS.

Sumber: petugas TPS 57 kelurahan mutikasari, kecamatan mustikajaya Kota Bekasi.