Mohon tunggu...
Muhajirin
Muhajirin Mohon Tunggu... Guru - Asah pikir dengan menulis

Belajar menulis dengan baik adalah bagian penting untuk mengawetkan pengetahuan. Kadang ilmu bisa karatan dalam pikir yang terpendam. Berdiskusi dan menulis merupakan sebagian cara untuk mengasah Ilmu.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Asa Buruh di Gubuk Bambu

1 Mei 2021   13:05 Diperbarui: 2 Mei 2021   00:01 108
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

May day makin dewasa 

Bersama para pembesar yang kian perkasa

Pembesar yang  semakin faseh mengunyah syair tentang nasib buruh satu per satu 

 Di setiap pentas selalu riuh menghujam sendu 

Sendu yang telah berjuta mengepul dalam gelombang asap cerutu 

Meski begitu, buruh tetap setia memungut puntung-puntung asa 

yang berserakan di antara puing-puing dusta 

Seperti mentari pagi yang tak bosan membunuh malam 

Padahal acap kali mendidih juga 

Mengutuk siang sejadi-jadinya

Sedangkan nalar menyala mencapai 2021 calvin sehari 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun