Mohon tunggu...
Felix Tani
Felix Tani Mohon Tunggu... Lainnya - Sosiolog Pertanian dan Pedesaan

Sedang riset pertanian natural dan menulis novel anarkis "Poltak"

Selanjutnya

Tutup

Humor Pilihan

Usulan Rekor MURI untuk Pak Tjiptadinata

25 Oktober 2021   15:18 Diperbarui: 25 Oktober 2021   19:30 337 43 18
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sosok Pak Tjiptadina (Foto: twitter@TjiptadinataE)

Segera setelah artikel Pak Tjiptadinata, "Mengapa Tiba-tiba Orang Jadi Gagap?" menjadi Artikel Utama di Kompasiana (K. 23/10/2021), saya segera menelepon Acek Rudy Gunawan.  Maksud hati mau mengusulkan nama Pak Tjip untuk dicatatakan di MURI sebagai Kompasianer Terlama Paceklik Artikel Utama.  Sebab artikel tadi mengakhiri masa 12 bulan Pak Tjip menulis di Kompasiana tanpa ganjaran Artikel Utama.

Tapi berurusan dengan Acek Rudy selalu butuh waktu lama.  Itu sesuai dengan prinsip Kamasutra yang dianutnya:  "Makin lama makin baik."  Bertolak-belakang dengan Pak JK, teman sekampungnya: "Makin cepat makin baik." Pak JK itu aslinya saudagar mobil. 

Setelah 12 jam berulang-kali menelepon, akhirnya Acek Rudy menerima panggilan saya yang ke 69.  Asal tahu saja, angka 69 itu angka favorit Acek Rudy.  Angka yang bermakna pencapaian kepuasan  maksimal dalam hubungan antar dua badan usaha.

"Berapa bulan, minggu, hari, jam, menit, dan detik persisnya Pak Tjip paceklik AU," tanya Acek Rudy dari seberang pulau.  "Mana kutahu.  Tanya Min K saja!" jawabku jengkel.  Lalu memutus pembicaraan telepon dengan sadisnya.  Acek Rudy, urusan Kamasutra saja bisa dipanjang-panjangkan, apalagi urusan angka-angka. Ketimbang tersesat di hutan angka, mending kabur saja.

Mengapa saya ngotot mengajukan nama Pak Tjip ke Rekor MURI? Karena Pak Tjip satu-satunya Kompasianer Level Maestro yang berhasil meraih posisi AU, setelah setahun paceklik. Sebelumnya artikel Pak Tjip itu langganan AU (Rasio AU/Artikel = 559/5,932 = 9.42)

Sebenarnya ada lagi seorang kompasianer senior yang dalam setahun terakhir juga tak meraih posisi AU (Rasio AU/Artikel = 74/969 = 7.64). Bukan karena dia tidak mampu menulis atikel berkualitas AU.  Tapi karena semata solider kepada Pak Tjip.  Dia adalah Bu Lina, belahan jiwanya satu sama lain.

Semula saya bingung mengapa Pak Tjip dan Bu Lina, juga sebenarnya Engkong Felix, mengalami paceklik AU.  Kebingungan saya menjadi terang setelah Min K merilis tagline "dari NOISE ke VOICE" pada ulang tahunnya yang ketigabelas.

Saya langsung bikin garis kontinuum NOISE-VOICE.  Ujung kiri NOISE, ujung kanan VOICE.  Lalu garis itu saya potong empat sama panjang. Potongan paling kiri menunjuk pada kualitas artikel NOISE.  Jenis artikel ini langsung dihapus Min K.

Potongan selanjutnya menunjuk pada kualitas artikel "HAMPIR NOISE".  Jenis artikel ini lazim disebut artikel peyang, tanpa sematan label "Pilihan".  

Potongan berikutnya menunjuk pada kualitas artikel "HAMPIR VOICE". Jenis artikel macam ini mendapat label "Pilihan" dari Min K.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humor Selengkapnya
Lihat Humor Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan