Mohon tunggu...
Monika Ekowati
Monika Ekowati Mohon Tunggu... Guru - Seorang biarawati Tarekat SND--> ARTIKEL yang kutulis ini khusus untuk KOMPASIANA Jika muncul di SITUS lain berarti telah DIJIPLAK tanpa IJIN PENULIS !

Betapa indahnya hidup ini, betapa saya mencintai hidup ini, namun hanya DIA yang paling indah dalam Surga-Nya dan dalam hidupku ini, saya akan mencintai dan mengabdi DIA dalam hidupku ini ARTIKEL yang kutulis ini khusus untuk KOMPASIANA Jika muncul di SITUS lain berarti telah DIJIPLAK tanpa IJIN PENULIS !

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Jalan Tol Menuju Surga

11 Oktober 2020   15:21 Diperbarui: 12 Oktober 2020   10:00 852
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Jalan  Tol  Menuju  Surga

Jaman  modern  yang  ditandai  dengan  kemajuan  tehologi  yang  amat  cepat, membuat  orang  semakin  sibuk, bahkan  di beberapa  negara  besar  orang  cenderung  dalam  hidup  secular  dan  materialis.  Tuhan  senantiasa  punya  cara  untuk  menunjukkan  rahmat-Nya  dan  menyadarkan  manusia  untuk  berjalan  dalam  rencana-Nya  yaitu  menuju  KEKUDUSAN.

Tak  ada  satu  orangpun  yang  luput  dari  kematian. Sebagai  orang  beriman  kita  percaya  bahwa  kematian  bukanlah  akhir  kehidupan  tapi  justru  mulainya KEHIDUPAN  BARU  yaitu  kembali  ke  sumbernya, yakni  Persatuan  dengan  Tuhan Allah  Tri Tunggal  Yang  Maha  Kudus.

Kita  semua berasal  dari  ROH  yang  sama  yaitu  Tuhan  yang  Maha  Kasih  Ketika  Tuhan  menciptakan  manusia,  maka  kitapun  akan  kembali kepada-Nya.  Kehendak  Tuhan  senantiasa  baik  ingin  memeluk  manusia  dalam  Cinta-Nya. 

Namun  sejarah  berbicara  lain, manusia  pertama (  Adam &  Hawa ) jatuh  dosa  karena  tergiur  oleh  iming-iming  Iblis  bahwa  " kalau  mereka makan  buah  terlarang mereka  akan  banyak  pengetahuan serta  menyamai  Tuhan " KESOMBONGAN  ingin  menyamai  Tuhan  itulah  yang membuat  manusia  jatuh  dalam  Dosa  asal.

hidupkatolik.com
hidupkatolik.com
Manusia  menjadi  lupa  bahwa  tanpa  Tuhan  dia  tidak  akan  merasakan  kebahagiaan. Ditengah  dunia  yang  sedang  kacau  dan  tidak  menentu  ini, kemarin  jutaan  orang  menyaksikan  Proses  Beatifikasi  seorang  remaja  Milenial  yang  telah berhasil  menemukan dan  meraih tujuan  hidupnya.

Dialah Carlo Acutis, pemuda belasan  tahun  yang  mengatakan  :  "Kita  lahir  sebagai  pribadi  yang  asli tapi  dalam  kehidupan kita  menjadi  foto copy " Carlo  menyadarkan  kita  bahwa  sejak  semula Tuhan  menciptakan  setiap  manusia  sebagai  " Citra Allah "  , namun  banyak  kali  dalam  kehidupan  manusia  kehilangan  orientasi  hidup sehingga  tidak  berusaha bertumbuh  dan  berkembang  sesuai  kehendak  Allah, dan  hidup  baik, benar, dan  berkenan  kepada  Tuhan.

Orang  cenderung  menjauh  dari  Allah  dan  mencari  allah-allah  yang  lain, Kekuasan, uang/kekayaan, kenikmatan dunia, dll.  Apakah  kita  menjadi  kaya,  dan  berkuasa  itu  salah ?  Tidak !  asal  semua  itu  ditujukan  untuk  kebaikan dan  kesejahteraan sesama  dan  untuk  memuliakan  Tuhan. (Ad Mayorem Dei  Gloriam , atau  Bahasa  Jawanya  "  Amrih  Minulya  Dalem  Gusti) apa  yang  kita  pikirkan, rencanakan, lakukan  untuk  kemuliaan  Tuhan dan  kesejahteraan  sesama.

Ketika menerima Komuni I (tangkapan layar laman carloacutis.com)
Ketika menerima Komuni I (tangkapan layar laman carloacutis.com)
Hal  ini  telah  diakukan  oleh  Carlo  Acutis, dia  meninggalkan  keegoisannya  dan  suka  menolong  sesamanya, berbagi  dengan  mereka  yang  miskin. Dia  tumbuh  seperti anak lain, menyukai Sepak bola, Baseball dan  olah  raga, serta  seni, dia  suka  computer  dan  menjadi  programmer.

Talenta  yang  dianugerahkan  oleh  Tuhan  padanya  digunakan  dengan  baik. Dia  pandai namun  tidak  mau  bersaing, tapi  membagikan  kepandaiannya dengan  mengajari  dan  menolong  temannya.

Kecintaannya  mengikuti  Ekarisi (Perjamuan  Kudus ) mendorongnya  untuk  mengumpulkan  berita  mujizat  tentang  Ekaristi dan  menyiarkannya  di  Blog  dan  media  Sosial  dan  web  pribadinya.Dia  menjadi   'Cyber' Ekariti.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun