Mohon tunggu...
Misbah Murad
Misbah Murad Mohon Tunggu... O - "Tidak ada sekolah menulis; yang ada hanyalah orang berbagi pengalaman menulis."- Pepih Nugraha, Manager Kompasiana. chanel you tube misbahuddin moerad

"Tidak ada sekolah menulis; yang ada hanyalah orang berbagi pengalaman menulis."- Pepih Nugraha, Manager Kompasiana. chanel you tube misbahuddin moerad

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Jadian #13

7 November 2019   10:53 Diperbarui: 7 November 2019   10:51 48
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Novel. Sumber ilustrasi: PEXELS/Fotografierende

"Ia,"jawab Winda singkat dengan tatapan mata yang kosong

Winda menyedot habis minuman yang ada di genggamannya, setelah itu diletakannya di meja, diliriknya Arian dari tadi memperhatikan dirinya, sambil mulutnya terus mengunyah kentang goreng yang ada di meja, Winda menatap Arian

"Pulang yuk."Ajaknya

Arian berdiri, menuju cafeteria untuk melakukan pembayaran, sedang Winda perlahan berdiri dan berjalan menuju tempat parkir, sepanjang perjalanan menuju rumah Winda, hampir tidak ada pembicaraan keduanya, hening, membisu, sampai motor yang dikendarai Arian tepat di depan rumah Windapun tidak ada pembicaraan. Winda perlahan turun dari motor

"Terima kasih."Katanya seraya memegang pundak Arian dan berjalan menuju pintu rumahnya, tidak ada basa basi seperti biasanya."Mampir dulu."

Arian masih menunggu sampai pintu terbuka dan Winda masuk, terlihat Winda melihat kearah Arian dan melambaikan tangannya, Arian segera memacu kendaran menuju rumahnya.

*****  

Andai ada kebahagiaan itu hari ini, itu adalah milik Arian, andai ada kegembiraan itu hari ini itu adalah milik Arian, bagai mana tidak hari ini, saat dia datang kerumah Winda, Winda mengatakan menerima cintanya, hari ini dimana persahabatan itu menjadi cinta, hari ini dimana persahabatan itu menjadi kasih sayang, hari ini dimana kasih sayang itu menjadi sebuah mahligai.

Arian bahagia sekali, beda dengan Winda, walau dia menerima Arian bukan lagi sebagai sehabat, tapi dia merasakan biasa-biasa saja, karena dia masih merasa berdosa dengan Jarot.

Sampai dengan satu minggu setelah jadian Winda masih seperti biasa saja, belum ada perubahan, namun setelah memasuki minggu ke dua, mulai terlihat perubahan itu, Winda sudah dapat melupakan Jarot, walau mereka masih terlihat kadang main ke rumah Jarot, sekedar say hello dengan bapak dan ibu dan sesekali menanyakan apakah ada khabar dari Jarot.

Hari ini, hari pertama setelah mereka jadian untuk menonton, hari ini adalah hari pertama mereka nonton bareng setelah Jarot tidak ada, kalau dulu minimal tiga bulan satu kali mereka nonton bareng, berarti mereka sudah empat tahun lebih tidak nonton.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun