Mohon tunggu...
Rusmin Sopian
Rusmin Sopian Mohon Tunggu... Freelancer - Urang Habang yang tinggal di Toboali, Bangka Selatan.

Urang Habang. Tinggal di Toboali, Bangka Selatan. Twitter @RusminToboali. FB RusminToboali.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen: Keris Mang Liluk

20 Agustus 2021   15:20 Diperbarui: 20 Agustus 2021   15:36 574
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Menurut cerita dari mulut kemulut dulu pada era penjajahan, Mang Liluk pernah mau ditembak oleh tentara penjajah. Namun tembakan dari senapan tentara itu bukannya melukai badan Mang Liluk, tetapi malah mental dan kembali menuju tentara belanda itu. Tiga hari keumudian tersiar kabar bahwa tentara Belanda itu meninggal karena selalu terbayang-bayang dengan keris itu yang selalu menghampirinya saat malam datang. Dan itulah sebabnya keris Mang Liluk disebut keris penebar bala bagi yang ingin menggangu.

Pernah juga tercerita bahwa keris itu bisa menyembuhkan penyakit orang lumpuh. Dalam perjalana pulang menuju rumah, ditengah perjalanan Mang Liluk bertemu dengan seseorang yang tidak bisa berjalan. Lantas Mang Liluk menyuruh orang yang tidak bisa berjalan itu memegang kerisnya. Ajaibnya dalam hitungan detik, orang itu langsung bangkit dan berjalan sebagaimana orang normal lainnya.

Riwayat lain menuturkan bahwa barang siapa yang ingin mencalonkan diri menjadi Gubernur, Bupati bahkan pejabat di Kabupaten bila memakai keris pusaka Mang Liluk selalu berhasil. Dan tak heran menjelang Pilkada banyak mobil-mobil mewah parkir di depan rumah Mang Liluk. Bersiliweran menuju rumah Mang Liluk.Bak showrom mocbil berjalan. Terkadang hingga tengah malam, masih ada mobil-mobil mewah yang datang ke rumah pria renta itu. Oleh karena itu keris itu dinamai keris bertuah,

Mareka yang ingin memiliki keris BERTUAH itu, tak mau pusing soal nama keris itu. Apakah keris BERTUAH atau keris PENEBAR BALA sehingga yang memilikinya bukan hanya kebal dan memiliki kesaktian yang luarbiasa bagi yang memakainya? Yang pasti telah ada kesepakatan diam-diam bahwa memang benar keris itu adalah keris Gunung Benjol BERTUAH yang amat termasyur di dalam silsilah dunia perkerisan. Dan keris ini memiliki kesaktian yang amat luarbiasa. Menjadi incaran para kolektor barang-barang antik dunia internasional. Dan ketika mareka mendengar bahwa ada pemilik keris Gunung Benjol BERTUAH di Desa Lilot, mareka berbondong-bondong mendatangi Desa Lilot. Tepatnnya ke rumah Mang Liluk.

" Keris itu mau Mamang bawa mati ya," canda Roy pemilik lahan tambang yang mengaku cucu mang Liluk dan kerap membawa minuman keras cap murahan untuk Mang Liluk. Alhasil Mang Liluk bukan hanya kebal dari senajata namun juga kebal dari minuman. Buktinya berbotol-botol minuman yang dibawa Roy tak membuatnya mabuk atau teler.

" Siapa yang akan mewarisi keris itu mang. Mohon diputuskan biar nanti tidak jadi sengketa," bujuk Roy

" Aku masih menunggu," jawab Mang Liluk dengan suara pelan dan terbata-bata.

" Menunggu? menunggu siapa?Menunggu mati. Apakah cucumu ini orang yang akan mamang wariskan sebagai pemegang amanah keris itu? desak Roy.

Mang Liluk tidak bergairah menjawab pertanyaan cucu gadungan itu. Sejak semula mang Liluk telah mencium aroma gelagat yang kurang dan tidak sehat dalam pikiran dan hati Roy. Pemilik lahan pertambangan yang kabarnya mulai terancam usahanya itu karena penduduk disekitar lokasi penambangannya enggan menjual lahannya kepada Roy yang selama ini mareka anggap selalu bertindak kasar dan kadangkala sering membawa nama aparat dan pejabat untuk menakuti penduduk yang bertani disekitar lokasi penambangannya dengan mengatakan bahwa kebun yang penduduk garap adalah hutan produksi yang bisa membuat rakyat dikenai hukuman penjara karena dianggap merusak dan mengganggu kelestarian alam. Padahal isi hutan yang dikelola penduduk hanya berupa lahan rimba yang ditanami batang ubi dan keladi.

Mang Liluk juga kurang sreg dan amat tidak simpati dengan sikap Roy yang mau mentahnya saja. Tidak mau belajar. Itu dianggap Mang Liluk sebagai suatu sikap yang bukan mencerminkan naluri warga Desa Lilot yang senang bekerja keras dan pantang menyerah. Sebenarnya ada juga pihak lain yang mengaku sebagai pewaris syah keris itu. Orang itu adalah Pak Sekdes. 

Tak heran dalam beberapa minggu terakhir ini, Pak Sekdes lewat para pekedindilnya ( orang sekitar Pak Sekdes) mulai menebarkan aroma keterkaitan hubungan antara Pak Sekdes dengan Mang Liluk. Apalagi PILKADFES tidak lama lagi akan digelar.  Dan konon kabarnya Pak Kades tidak mencalonkan diri lagi dan menjagokan Pak Sekdes sebagai penggantinya

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun