Mim Yudiarto
Mim Yudiarto Karyawan Swasta

Aku hanyalah ludah dari lidah yang bersumpah tak akan berserah pada kalah....

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Pemburu Waktu

8 Juli 2018   11:04 Diperbarui: 8 Juli 2018   11:16 194 3 1

Memercik ke segala arah

Cahaya matahari terantuk kepundan Merapi

Menampakkan silhuet patah-patah

Gunung yang pernah melahap kematian

Ketika kemarahan tak lagi bisa ditahan

Ribuan anak muda

Menatap lembaran kertas di hadapannya

Dengan mata senanar elang lapar

Sanggupkah mengudara setinggi-tingginya

Sembari berharap sayap mereka ditumbuhkan kota Yogyakarta

Putaran roda pedati

Sedang menampakkan pertaruhan

Anak-anak muda yang membuang ingus kelelahan

Dahi berkerut dan otak mengerut

Dihajar bayangan masa depan yang

Mengejar mereka laksana pemangsa

Zaman tak kenal kata iba

Bagi orang-orang yang menyimpan keringatnya

Hanya untuk melukis angan-angan

Tanpa mau terjepit pintu

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2