Mohon tunggu...
Merza Gamal
Merza Gamal Mohon Tunggu... Konsultan - Pensiunan Gaul Banyak Acara
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Berpengalaman di dunia perbankan sejak tahun 1990. Mendalami change management dan cultural transformation. Menjadi konsultan di beberapa perusahaan. Siap membantu dan mendampingi penyusunan Rancang Bangun Master Program Transformasi Corporate Culture dan mendampingi pelaksanaan internalisasi shared values dan implementasi culture.

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Peluang bagi Para Pemimpin Industri Penerbangan

19 Mei 2022   16:40 Diperbarui: 19 Mei 2022   16:44 538
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sebuah survei global baru menunjukkan masa depan yang lebih hijau untuk perjalanan udara.

Perjalanan udara mengalami penurunan tajam selama pandemi Covid-19, dimana pendapatan maskapai penerbangan turun hingga 60 persen pada tahun 2020. Perjalanan udara dan pariwisata di masa next normal pasca pandemi Covid-19 diperkirakan tidak akan kembali ke level tahun 2019, hingga tahun 2024. 

Meskipun penurunan ini mengkhawatirkan, tetapi kemungkinan hanya bersifat sementara. Survei terbaru yang dilakukan McKinsey terhadap lebih dari 5.500 traveler yang mengunakan penerbangan di seluruh dunia menunjukkan bahwa industri penerbangan menghadapi tantangan yang lebih besar, yaitu: keberlanjutan (sustainability).

Survei McKinsey dilakukan kepada sekitar 5.500 orang di 13 negara, setengahnya wanita, untuk menjawab 36 pertanyaan pada Juli 2021. Masing-masing telah mengambil satu atau lebih penerbangan dalam 12 bulan sebelumnya. Lebih dari 25 persen mengambil setidaknya setengah dari penerbangan mereka untuk alasan bisnis; 

5 persen telah mengambil lebih dari delapan penerbangan dalam 24 bulan sebelumnya. Mereka berusia antara 18 hingga lebih dari 75 tahun dan berasal dari AS dan Kanada, Inggris, Swedia, Spanyol, Polandia, Jerman, Arab Saudi, India, Cina, Jepang, Australia, dan Brasil.

Topik survey termasuk kekhawatiran tentang perubahan iklim dan emisi karbon, langkah-langkah pengurangan karbon, dan faktor-faktor yang mempengaruhi masa inap dan kegiatan pariwisata. McKinsey membandingkan hasilnya dengan survei yang menanyakan pertanyaan yang sama yang dilakukan pada Juli 2019.

Tiga temuan utama tentang traveler saat ini yang muncul dari survei McKinsey 2021 adalah sebagai beriku:

Temuan 1: Sebagian besar traveler sekarang memiliki kekhawatiran tentang perubahan iklim dan emisi karbon, dan banyak yang siap untuk bertindak atas masalah ini

Temuan 2: Harga dan koneksi masih lebih penting daripada emisi bagi sebagian besar wisatawan

Temuan 3: Sikap sangat bervariasi menurut demografi dan geografi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun