Mohon tunggu...
Meidy Yafeth Tinangon
Meidy Yafeth Tinangon Mohon Tunggu... Lainnya - β–  π»π‘œπ‘π‘–: 𝑀𝑒𝑛𝑒𝑙𝑖𝑠 π‘‘π‘Žπ‘› π΅π‘’π‘Ÿπ‘π‘Žπ‘”π‘– πΎπ‘Žπ‘‘π‘Ž β–  π‘Šπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘’ π‘Žπ‘›π‘‘ π‘ β„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘’ π‘“π‘œπ‘Ÿ π‘–π‘›π‘ π‘π‘–π‘Ÿπ‘–π‘›π‘” π‘Žπ‘›π‘‘ π‘’π‘šπ‘π‘œπ‘€π‘’π‘Ÿπ‘–π‘›π‘”. πΉπ‘œπ‘Ÿ π‘ π‘π‘–π‘Ÿπ‘–π‘‘, π‘π‘’π‘Žπ‘π‘’ π‘Žπ‘›π‘‘ 𝑗𝑒𝑠𝑑𝑖𝑐𝑒

www.meidytinangon.com | www.info-pemilu-pilkada.online | www.pikir.net | www.globalwarming.web.id | www.minahasa.xyz | www.mimbar.online |

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Gabut dalam Kabut

24 September 2021   07:03 Diperbarui: 24 September 2021   07:07 97 21 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Gabut dalam Kabut
Ilustrasi kabut (sumber: kompas.com)

Hari yang berbeda. Diri dalam genggaman gabut. Pagi yang cemberut. Siang yang tak bersahut. Malam ketakutan kepada bayangan maut.Β 

Diri ini tak tahu. Bingung. Apa yang harus dilakukan. Gabut. Padahal sejumlah rencana harus dikebut. Sejuta asa harus direbut.Β 

Kabut. Menutupi alam pikir. Menggoncangkan alam rasa. Menutupi alam pandang. Padahal kabut tak nampak di alam nyata. Di luar sana.

Kupanggil angin, tuk meniup lembut kabut yang larut di alam pikir. Kucoba kidungkan lagu cinta yang dapat menenangkan rasa. Kumencari sang fajar untuk menerangi pandangan. Tetapi, angin, lagu cinta dan sang fajar pun sedang dilanda gabut.Β 

Engkau, maukah menjadi angin lembut, lagu cinta dan sang fajar? Untukku.Β 

Untuk melenyapkan gabutku?

=====

Cat:

Arti gabut kekinian, Sumber: Apa Itu Gabut?

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan