Mohon tunggu...
Meidy Yafeth Tinangon
Meidy Yafeth Tinangon Mohon Tunggu... write and share for empowering, peace and justice

www.meidytinangon.com | www.info-pemilu-pilkada.online | www.pikir.net | www.globalwarming.web.id | www.minahasa.xyz | www.mimbar.online |

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Fana

27 Agustus 2020   07:43 Diperbarui: 27 Agustus 2020   07:42 77 29 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Fana
dokpri_MYT photo by ViDi 

Dan... 

Kita hanyalah daun-daun hijau yang lambat laun menjadi kering,  jatuh ke bumi dan luluh tak berbekas 

Kita hanyalah rumput di padang rumput,  yang suatu saat hancur dimakan binatang herbivora ataupun lenyap dimakan api 

Kita hanyalah bunga yang suatu saat dipuja-puji karena indahnya,  namun disaatnya nanti, dipetik dan akhirnya layu tanpa pusara dan taburan bunga 

Kita hanyalah pohon-pohon yang kekar tegar , namun suatu saat tak mampu melawan mesin gergaji, roboh tanpa mampu melawan 

"Apakah arti semuanya itu? "

Kita... 

Fana... 

Sementara... 

"Lalu,  adakah yang abadi?"

Ada, tapi bukan tubuhmu... 

Hanya kata,  kisah dan puisi ini 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x