Mohon tunggu...
Maurel Sheren Valenza
Maurel Sheren Valenza Mohon Tunggu... Mahasiswa - maurelshh

Hallo, perkenalkan nama saya Maurel Sheren Valenza. Saat ini saya berkuliah pada jurusan Marketing Communication pada semester tiga.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Dampak Detox Media Sosial terhadap Kesehatan Mental

13 Januari 2022   18:25 Diperbarui: 13 Januari 2022   18:32 249
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

4.Percaya pada Diri Sendiri

Di langkah ini, kalian harus percaya pada diri sendiri dalam melakukan detox media sosial. Meyakinkan diri sendiri menjadi hal utama yang dilakukan bahwa kita bisa hidup tanpa ponsel dan lebih sadar terhadap lingkungan dan diri sendiri.

Dampak Penggunaan Media Sosial yang Berlebih

 1.Kesehatan mental terganggu

Kesehatan mental menjadi faktor paling penting dalam kehidupan, terutama dalam penggunaan media sosial. Dalam penggunaan media sosial, kesehatan mental menjadi salah satu hal yang paling berdampak. Seperti saat kita melihat kehidupan seseorang di media sosial yang terbilang mewah, kita akan membandingkan diri sendiri dan mempunyai pemikiran seperti "Kenapa hidup ku tidak seperti itu ya?" "Apa yang kurang dari diri ku?". Tentu hal seperti dalam memicu kesehatan mental diri pada seseorang.

2.Mata menjadi lelah

Kondisi fisik dalam penggunaan media sosial yang berlebih menjadi terasa lelah. Mata yang melihat ponsel seharian akan merasakan letih dan perih karena terpapar sinar dari ponsel. Tidak hanya mata yang merasa lelah, tetapi tangan dan jari kita akan merasa lelah karena harus memegang ponsel seharian.

3.Nafsu makan berkurang

Saat penggunaan media sosial, memang lebih seru apabila saat makan sambil menonton dan membaca sebuah berita. Tetapi, hal ini yang membuat diri kita lebih fokus kepada apa yang kita tonton daripada makanan dan yang akhirnya diri kita memutuskan untuk fokus terhadap ponsel.

4.Kurang bersosialisasi

Berkumpul dengan keluarga dan teman adalah hal yang menyenangkan untuk saling bertukar cerita, peristiwa dan memberikan saran kepada kerabat dekat. Tetapi bagaimana saat berkumpul keluarga kita justru lebih fokus pada ponsel yang membuat diri kita dan kerabat menjadi kurang dekat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun