Mohon tunggu...
Masykur Mahmud
Masykur Mahmud Mohon Tunggu... Freelancer - A runner, an avid reader and a writer.

Harta Warisan Terbaik adalah Tulisan yang Bermanfaat. Contact: masykurten05@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Kenapa Harus Membiarkan Anak Bermain dan Jangan Melarang?

2 Januari 2020   10:34 Diperbarui: 3 Januari 2020   05:55 2004
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar oleh Sasin Tipchai dari Pixabay

Coba perhatikan bagaimana reaksi anak saat dilarang bermain, tentunya mereka akan kesal dan condong emosi. Dan ini sangat berdampak buruk tidak hanya pada psikologi mereka tapi juga defisit fungsi otak secara perlahan namun pasti. Lebih parahnya lagi, semakin sering anak dilarang atau dibatasi untuk bermain maka kedepan mereka akan menjadi anak pemarah dan meliki emosi yang tidak stabil. 

Ada tiga indra penting sumber ilmu: penglihatan, pendengaran, dan indra perasaan (sights, hearings, touching). Ketiga indra ini memiliki fungsi sangat vital untuk tumbuh kembang otak anak umur 1 sampai 3 tahun. 

Otak anak perlu dipancing dengan berbagai aktifitas dengan fokus ketiga indra yang saya sebut tadi. Orangtua harus lebih kreatif menciptakan aktifitas yang melibatkan anak untuk menyerap informasi dari apa yang dilihat, didengar dan disentuh. 

Buang smartphone, TV atau mainan dari layar jauh-jauh. Otak anak akan aktif ribuan bahkan jutaan kali lipat jika melihat sesuatu secara alami, bukan gambar di dalam layar. Banyak penelitian yang saya baca bahkan menyimpulkan keneksi otak akan menurun saat anak terpapar Lara smartphone dan sejenisnya. 

Jadi, para orangtua jangan membiarkan anak terpapar gadget, hp, TV, laptop Jika tidak mau otak mereka lumpuh. Di era digital memang orangtua lebih sulit menghindari ini namun mereka harus bekerjakeras demi menghasilkan anak yang sehat. Jangan hanya makanan saja Yang dijaga, tapi juga otak anak harus benar-benar diproteksi. 

Kecerdasan anak juga terbentuk dari rasa percaya diri. Intinya, kedekatan orangtua dan anak adalah kunci munculnya rasa percaya diri dalam diri anak. Anak dengan rasa percaya diri tinggi akan lebih gampang sukses saat dewasa. Dan uniknya, rasa percaya diri pada anak hanya terbentuk melalui kedekatan secara fisik melalui interaksi aktif orangtua setiap hari bersama anak. 

Jangan heran jika banyak anak yang sangat cerdas tapi gagal saat bekerja. Ini semua disebabkan pola asuh yang salah saat kecil. Orangtua yang aktif bersama anak akan menghasilkan anak yang aktif pula. Sementara orangtua pasif juga menghasilkan anak yang pasif dengan rasa percaya diri yang rendah. 

Sebagai orangtua kedekatan emosional dengan anak sangatlah penting. Hormon Oxytocin yang menghasilkan kebahagian dalam diri anak punya peran penting untuk membentuk seorang anak menjadi pribadi yang cerdas secara emosional. 

Ajaklah anak bermain dan ajarkan mereka saat bermain. Otak anak akan bekerja optimal saat belajar sambil bermain karena mereka merasa nyaman. Berbeda halnya saat anak dipaksa belajar dan dilarang bermain. Otak mereka akan berada diposisi lemah karena tidak merasa nyaman. 

Yang perlu dilakukan orangtua adalah mengarahkan anak sambil bermain. Ingat! Anak lebih mudah menuruti orangtua saat mereka merasa nyaman. Memarahi anak hanya akan mematikan fungsi otak mereka. Sedangkan anak perlu bermain untuk meningkatkan fungsi otak mereka. 

Ayo rubah cara asuh anak menjadi lebih asik dan tentunya nyaman bagi anak. Orangtua cerdas adalah mereka yang punya waktu lebih banyak bersama anak dan selalu membuat anak nyaman dan bahagia. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun