Mohon tunggu...
daryo susmanto
daryo susmanto Mohon Tunggu... Guru - Pembelajar

jangan berhenti belajar

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Menyoal PAS Berbasis Gawai

7 Desember 2019   03:51 Diperbarui: 8 Desember 2019   04:46 181
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendapat peserta PAS terhadap PAS berbasis gawai. Dokumentasi panitia PAS.

Lalu, bagi anak-anak juga sangat membantu, mereka tidak perlu berlama-lama menghitamkan jawaban pada lembar jawab komputer. 

Namun, di sisi lain saat usai PAS peserta didik lebih banyak bermain game atau media sosial sehingga anak-anak enggan membuka buku lagi untuk belajar mata pelajaran berikutnya.

Adapun menurut Dewi Ayu Irawati, S.Pd. salah satu guru Bahasa Inggris, PAS berbasis gawai ini lebih memudahkan terutama saat menjadi pengawas ruangan. 

Pengawas ruangan tidak perlu lagi membagikan atau mengumpulkan kembali lembar jawab dan lembar soal. Pengawas ruangan cukup menuliskan link soal dan token di papan tulis. Jadi, kerjanya lebih cepat dan efisien.

Kejujuran lebih terjaga. Dokumen penulis.
Kejujuran lebih terjaga. Dokumen penulis.
Lilik Agus Darmawan, S.Pd. MM selaku kepala sekolah mengatakan bahwa karena PAS bebasis gawai ini merupakan program pertama di SMP Negeri 1 Cirebon, tentunya masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaannya. 

Namun, kendala-kendala yang sifatnya teknis masih bisa segera diatasi. Misalnya, ada beberapa anak yang kesulitan untuk masuk ke soal, tetapi dapat segera diselesaikan dengan bantuan pengawas ruangan atau panitia PAS.

Pendapat peserta PAS terhadap PAS berbasis gawai. Dokumentasi panitia PAS.
Pendapat peserta PAS terhadap PAS berbasis gawai. Dokumentasi panitia PAS.

Selain itu, sebagai bentuk evaluasi terhadap program ini, panitia melalui angket secara online juga melakukan survey sederhana untuk menggali respon peserta didik dalam pelaksanaan PAS berbasis gawai ini. Ada beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh panitia kepada peserta PAS. Berikut hasilnya.

Terdapat 78,6% yang menyatakan bahwa ulangan berbasis gawai lebih baik daripada ulangan dengan lembar jawab komputer (LJK). Sisanya 21,4% menyatakan sebaliknya.

Sumber data Panitia PAS. Diolah oleh Wawan Ruswanto, S.Pd.I
Sumber data Panitia PAS. Diolah oleh Wawan Ruswanto, S.Pd.I

Terhadap kendala yang terjadi selama pelaksanaan PAS berbasis gawai, terdapat 89,4% menyatakan kendala yang dialami bisa diatasi. Sedangkan, 10,6% menyatakan tidak bisa diatasi. Namun, dengan kesigapan panitia semua peserta bisa melaluinya secara baik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun