Mohon tunggu...
Muhammad  Arsyad
Muhammad Arsyad Mohon Tunggu... Freelancer - Seorang kapiran dan serabutan

Seorang kapiran dan serabutan. Masih Kuli-ah di IAIN Pekalongan.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Mat Belor

20 Maret 2018   16:09 Diperbarui: 20 Maret 2018   16:11 345
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber Foto: krjogja.com

"Bukan. Tapi kita paksa Mat Belor menyetubuhi pelacur itu, dan biarkan Arimbi yang nanti membunuhnya."

"Arimbi  yang akan membunuhnya? Bagaimana mungkin. Mat Belor itu orang sakti, dia tidak bisa tertusuk pisau dan anti peluru," Wage semakin tak percaya.

"Saya tahu itu. Tapi beberapa waktu yang lalu saya mendapat kabar kalau kekuatan Mat Belor akan lenyap bila sudah menyetubuhi perempuan lebih dari sekali."

"Dia sudah menyetubuhi hampir semua perempuan di Madukara. Apa yang membuat tuan yakin kalau dengan menyetubuhi Arimbi, Mat Belor akan tewas?" Wage benar-benar tidak yakin akan rencana itu.

"Yang disetubuhi Mat Belor semuanya bukan pelacur.  Untuk itu Arimbi harus berhasil menyetubuhinya. Karena untuk melemahkan Mat Belor, harus ada pelacur yang menyetubuhinya minimal sekali." Jelas Karsa.

"Minimal sekali? Maksud tuan?" tanya salah seorang petarung sembari menyeruput teh.

"Iya, kita akan paksa Mat Belor ketagihan menyetubuhi Arimbi, selanjutnya kalian bisa membunuhnya."

"Kalau begitu besok kita ke rumah Arimbi,"Jembul mengakhiri pembicaraan.

Esoknya, Karsa dan empat petarung mulai berangkat ke rumah Arimbi. Di tengah perjalanan, mereka berjumpa dengan Mat Belor yang hendak memerkosa seorang gadis. Kali ini Karsa berani menegurnya.

"Hei Bangsat! Hentikan!" bentak Karsa.

"Hei! Siapa kamu?!" Mat Belor balas membentak sambil memegang tangan gadis itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun