Mohon tunggu...
Sucahya Tjoa
Sucahya Tjoa Mohon Tunggu... Konsultan - Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Kisah Pelarian Edward Snowden Pengungkap Program Mata-mata AS (2)

25 Maret 2020   16:49 Diperbarui: 25 Maret 2020   18:41 3341
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Greenwald kemudian bertanya kepada Laura, tapi keduanya tidak tahu apa-apa tentang Snowden baik usia dia, ras, penampilan fisik, karakteristik, dan aspek lainnya. Pikiran ini tiba-tiba baru diingat oleh Laura. Dia (Snowden) akan memegang kubus rubik pada pukul 10:20.

Maka mereka kembali lagi ke kamar dan duduk kembali pada sofa yang telah ditentukan terdahulu, dua menit kemudian seseorang berjalan masuk ke dalam ruangan kamar.

Hal pertama yang diperhatikan Greenwald adalah kubus Rubik yang dia mainkan. Pertemuan pertama dengan atmosfer yang kaya bak film trailer mata-mata ini meninggalkan bekas yang dalam pada psikologi Greenwald, dan apa yang membuatnya semakin terkejut adalah penampilan momen Snowden untuk pertama kalinya saat itu.

Snowden berusia 29 tahun pada waktu itu, tetapi tampangnya seperti paling banyak dua puluh enam, memakai kacamata kusam berbingkai hitam. Penampilannya jelas-jelas kurang meyakinkan, pucat, tampak seperti kutu buku yang berkutek di lab komputer universitas sepanjang hari.

Pada saat itu, Greenwald merasa agak sulit dipahami. Dia sebelumnya secara tidak sadar berpikir bahwa Snowden mungkin berusia 50 atau 60 tahun. Pemuda seperti itu mengaku bisa memberikan informasi mengejutkan tentang Badan Keamanan Nasional/NSA AS. Ini benar-benar membingungkan Greenwald merasa tidak percaya.

Bagaimana pemuda yang belia seperti itu bisa memperoleh begitu banyak dokumen rahasia tingkat tinggi?

Kesenjangan yang sangat besar dari imajinasi membuat otak Greenwald berjalan cepat. Apakah ini scam/penipuan? Apakah tidak membuang waktu untuk melakukan perjalanan ke Hong Kong dengan terbang ribuan mil melintasi lautan?

Greenwald menoleh memandang Laura, dia juga terlihat terkejutan dan ada rasa keraguan yang sama dengan dirinya. Tetapi karena ingin terus mengetahui kebenaran pemuda ini,  mereka masih terus mengikuti bocah lelaki itu.

Meskipun hotel Miramar ini memiliki peralatan keamanan yang baik, tapi Snowden masih dengan hati-hati dia jarang berjalan keluar dari kamar. Dia selalu khawatir akan ada yang mengintip. Untuk mencegah ada yang menguping, dia menggunakan bantal untuk menyumbat celah pintu kamarnya.

Bahkan sebelum online di komputernya, Snowden selalu menutupi kepala dan laptopnya dengan selimut merah besar. Kemudian baru dirasa telah aman untuk memasukkan kata sandinya. Karena khawatir kalau di ruangan itu memiliki kamera tersembunyi yang bisa mengintip kata sandinya, dan mencuri informasi yang sangat rahasia dari komputernya.

snowden-berselimut-saat-menghidupkan-komputer-5e7b2441097f36386a739492.png
snowden-berselimut-saat-menghidupkan-komputer-5e7b2441097f36386a739492.png

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
  15. 15
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun