Mohon tunggu...
Mahendra Paripurna
Mahendra Paripurna Mohon Tunggu... Administrasi - Berkarya di Swasta

Pekerja Penyuka Tulis Baca, Pecinta Jalan Kaki dan Transportasi Umum yang Mencoba Menatap Langit

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Renungkanlah, Pesan Berbagi Akan Terasa Begitu Bermakna, Saat Kita Sedang dalam Kesulitan

31 Desember 2020   07:45 Diperbarui: 31 Desember 2020   07:51 288
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Hingga dua hari kemudian hasil swab kami terima. Aku dan puteriku dinyatakan positif covid 19. Isteri dan anakku yang kecil juga ikut didaftarkan untuk mengikuti test Swab oleh pihak puskesmas.

Seperti ceritaku sebelumnya aku harus terpisah dari anak perempuanku yang harus menjalani isolasi di tempat yang disediakan oleh pemerintah kota Tangerang. (Baca disini). Karena untuk sementara waktu aku masih harus menjalani beberapa pemeriksaan di RSUD kota Tangerang karena keluhan sesak dan nilai saturasi oksigen tubuhku yang rendah.

Setelah beberapa hari menunggu hasil pemeriksaan dan menjalani isolasi di rumah. Aku akhirnya diminta untuk melakukan isolasi di tempat yang ditunjuk. Karena sebelumnya aku sudah mendapat informasi bahwa di Rumah Singgah Dinsos Tangerang tempat anakku melakukan isolasi masih ada ruang kosong. Aku minta agar bisa dirujuk kesana sehingga bisa berkumpul dengan anakku.

Sementara itu bantuan makanan tidak berhenti mengalir ke rumah kami. Dari pengurus lingkungan juga sudah berjanji akan menjamin kebutuhan keluarga kami selama menjalani isolasi mandiri di rumah.

Permintaanku rupanya disetujui dan pagi itu aku berangkat ke Dinsos untuk menjalani isolasi disana dengan mobil ambulan dari puskesmas. Baru saja tiba di Dinsos Tangerang aku mendapat pesan mengenai hasil swab isteri dan anakku.

Di luar dugaan isteriku ternyata hasilnya negatif sedangkan puteraku justru positif. Padahal dari kondisi fisik terakhir, puteraku justru terlihat lebih prima kesehatannya dibanding isteriku. Tapi hasil test berkata lain.

Otakku segera berputar cepat. Aku tanyakan ke pihak Dinsos mungkinkah jika anakku yang sudah di vonis positif itu juga di isolasi bersamaku. Jadi kami bisa bertiga berkumpul sekaligus untuk mengamankan kondisi isteriku yang terdeteksi negatif.

Pihak Dinsos ternyata menyambut baik usulku. Sepanjang ada rekomendasi puskesmas untuk merujuk puteraku kesana akan mereka terima. Segera kukabarkan informasi tersebut ke pihak puskesnas. Dan mereka berjanji akan memberikan kabar segera.

Jam 1 siang puteraku diminta melakukan cek laboratorium di puskesmas untuk pemeriksaan awal. Dan sorenya ternyata aku mendapat kabar anakku disetujui untuk di isolasi di Dinsos Tangerang. Jam 4 sore akan ada ambulan yang mengantarnya dari sana.

Sedikit tenang karena aku akan berkumpul dengan anak-anakku. Isteriku juga lebih aman dari kemungkinan tertular virus dari anak-anakku. Aku jadi bisa menjaga anak-anak selama menjalani isolasi.

Walaupun isteriku dinyatakan negatif, pengurus lingkungan dan satgas covid di wilayah kami tetap meminta isteri sementara waktu mengisolasi diri untuk mengurangi interaksi antar warga. Untungnya bantuan makanan masih tetap mengalir. Paling sesekali isteriku membeli sayur ketika tukang sayur keliling lewat di depan rumah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun