Mohon tunggu...
Mahendra Paripurna
Mahendra Paripurna Mohon Tunggu... Berkarya di Swasta

Pekerja Penyuka Tulis Baca, Pecinta Jalan Kaki dan Transportasi Umum yang Mencoba Menatap Langit

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Ramai Berita Vaksin Gratis, Aku Justru Harus Terpisah dari Anakku karena Covid-19

23 Desember 2020   10:30 Diperbarui: 23 Desember 2020   21:48 582 41 21 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ramai Berita Vaksin Gratis, Aku Justru Harus Terpisah dari Anakku karena Covid-19
Anakku menjelang keberangkatan isolasi (dok.pribadi)

Di tengah ramainya pemberitaan tentang vaksin yang kabarnya telah tiba di Indonesia, (hal ini tentu bagaikan angin segar di sela kian meningkatnya jumlah pasien yang positif terdampak pandemi), aku justru harus rela berpisah dengan putriku karena covid-19.

Dari semenjak lahir, terhitung sudah 2 kali putriku dirawat di rumah sakit karena sakit yang cukup parah. Dan aku selalu hadir untuk menemaninya selama perawatan hingga sembuh total. Aku mengorbankan waktuku untuk tidak bekerja dan mengambil jatah cuti dari kantor. Rasanya juga tidak tenang bekerja jika anak sedang dalam kondisi sakit.

Tapi kali ini berbeda aku terpaksa melepas anakku untuk menjalani isolasi seorang diri di tempat yang disediakan oleh dinas kesehatan kota Tangerang. Hasil swab yang diikuti sebelumnya di puskesmas wilayahku mengindikasikan puteriku positif covid-19.

Awalnya putriku sempat mengeluh batuk, pilek, dan sempat demam serta muntah. Ia juga mengeluhkan penciumannya yang mulai kehilangan pengenalan tentang bau. Saat itu waktu sudah malam jadi aku tidak memeriksakannya ke dokter.

Paginya aku tidak masuk kerja untuk memeriksakan anakku dan kesehatanku juga ke puskesmas wilayahku. Kebetulan aku juga sudah beberapa hari sedang dalam kondisi kurang sehat.

Dokter yang memeriksa kami kemudian menjadwalkan keesokan hari untuk datang kembali ke puskesmas dan melakukan swab. Setelah memperoleh sejumlah obat, kami pun pulang ke rumah.

Jumat pagi, aku dan anakku datang ke puskesmas. Ternyata banyak juga orang yang swab hari itu. Ada 30 orang dan kami berada di urutan paling akhir. Proses pengambilan sampel swab lewat hidung dan mulut tergolong cepat.

Saat itu kondisi kesehatan anakku setelah minum obat telah lumayan membaik tapi memang penciumannya masih bermasalah. Sedangkan aku sebenarnya lebih parah dari anakku.

Dari perkiraan 3-7 hari ternyata hasil swab yang kami peroleh datang lebih cepat. Hari Minggu aku sudah mendapat hasil swab yang dikirim melalui pesan WhatsApp. Aku dan putriku dinyatakan positif covid-19.

Hari Senin kami datang ke puskesmas kembali untuk menjalani pemeriksaan awal. Di sini dilakukan pengambilan darah, tensi, dan juga pengecekan jumlah oksigen yang ada di tubuh. Untuk aku ditambah dengan cek jantung juga. Selanjutnya kami diperbolehkan pulang.

Sorenya aku mendapatkan pesan WhatsApp lagi, bahwa anakku ditunggu di puskesmas pukul 3 sore untuk menjalani isolasi di Rumah Singgah Dinsos Kota Tangerang. Ada mobil ambulans yang akan mengantar dari Puskesmas Paninggilan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x