Mohon tunggu...
Choirul Rosi
Choirul Rosi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis cerpen yang hobi membaca buku dan novel

Cerita kehidupan yang kita alami sangat menarik untuk dituangkan dalam cerita pendek. 🌐 www.chosi17.com 📧 choirulmale@gmail.com IG : @chosi17

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Teana - Kematian Simkath (Part 39)

27 Juni 2019   10:57 Diperbarui: 27 Juni 2019   11:03 60
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Belum, masih banyak yang harus aku bersihkan." jawab pendeta.

"Sebaiknya kau pergi keluar. Ada banyak pengunjung kuil yang membutuhkan bantuanmu. Biar aku yang melanjutkan pekerjaanmu." jawab Simkath.

"Baiklah. Bersihkan tempat ini. Aku akan segera kembali."

       Ruangan itu kini telah sepi. Hanya ada Simkath didalamnya. Ia mengamati setiap sudut tempat didalam ruangan itu tanpa ada yang terlewat. Hingga akhirnya ia menemukan sebuah bungkusan kain putih diatas sebuah meja didekat ranjang. Ia membuka bungkusan itu. ia tersenyum puas.

"Akhirnya aku mendapatkanmu." gumam Simkath.

       Setelah mendapatkan apa yang Simkath inginkan. Ia keluar dan menutup pintu ruangan itu. Dengan membawa bungkusan kain putih ditangannya, ia berjalan cepat menuju pintu keluar kuil. Tiba-tiba langkahnya terhenti ketika seorang pendeta memanggil namanya.

"Pendeta, mengapa kau pergi secepat itu? Apakah ruangan meditasi telah bersih?"

Tidak ada jawaban dari Simkath.

"Pendeta! Tunggu..."

       Langkah Simkath makin cepat. Yang ia inginkan hanyalah segera keluar dari kuil secepatnya. Namun tiba-tiba ia bertabrakan dengan Galata. Ketika ia hendak keluar dari kuil, Galata dan Teana memasuki pintu kuil. Karena Simkath kurang waspada, ia tidak memperhatikan kedatangan mereka.

"Hei Kakek, perhatikan langkahmu. Awas terjatuh." ucap Galata dengan sopan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun