Mohon tunggu...
Choirul Rosi
Choirul Rosi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis cerpen yang hobi membaca buku dan novel

Cerita kehidupan yang kita alami sangat menarik untuk dituangkan dalam cerita pendek. 🌐 www.chosi17.com 📧 choirulmale@gmail.com IG : @chosi17

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Teana - Kematian Simkath (Part 39)

27 Juni 2019   10:57 Diperbarui: 27 Juni 2019   11:03 60
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Teana, tidak usah kau pedulikan ucapan kakek tua itu. Sebaiknya cepat kita rebut kembali Patung Dewa Dhushara dari tangannya atau semuanya akan terlambat." ucap Galata.

       Pertarungan pun terjadi. Malam itu mereka bertiga saling beradu kekuatan. Galata menyerang Simkath dengan tangannya. Sedangkan Teana menggunakan jambia miliknya. Meskipun dengan tangan kosong dan diserang dari berbagai arah, Simkath terlihat tenang dan menguasai keadaan. Serangan demi serangan dari Teana dan Galata seakan tidak berarti baginya. Serangan Teana dan Galata bagi Simkath bukanlah apa-apa. Sehingga ia tidak perlu menggunakan kekuatan sihirnya untuk melawan mereka.

"Kalian bukanlah tandinganku." ucap Simkath dengan angkuhnya.

       Melihat kemungkinan menang yang sangat kecil, Teana berjalan mundur. Sementara itu Galata terus menyerang Simkath meskipun ia tahu bahwa ia bukanlah tandingannya.

       Dalam keadaan tenang dan penuh konsentrasi, Teana memperhatikan gerakan-gerakan Simkath. Hingga akhirnya ia menangkap sesuatu. Dalam suasana malam hari yang tidak terlalu gelap itu, Teana melihat sebuah benda menyala-nyala dari balik jubah hitam Simkath. Nyala benda itu makin terang ketika benda itu tersibak keluar karena gerakan Simkath saat melawan Galata. Cukup lama ia mengamati liontin yang menggantung di leher Simkath. Akhirnya ia menyadari sesuatu. Bentuk liontin itu mirip dengan bentuk lubang yang ada dibagian belakang Patung Dewa Dhushara. Seketika itu juga ingatan Teana kembali.

"Liontin itu harus aku rebut." gumam Teana.

       Dengan gerakan cepat, Teana menyerang Simkath dari arah depan. Ia berusaha mengambil posisi agar mudah merebut liontin di leher Simkath. Karena kecerobohan Simkath, liontin itu akhirnya berhasil direbut oleh Teana.

       Merasa terpojok, Simkath menjadi marah. Ia merapalkan mantra sihirnya. Mendadak angin berhembus cukup kencang. Teana dan Galata menjauh dari Simkath. Mereka menyaksikan telapak tangan kiri Simkath mengeluarkan pendar cahaya kemerahan. Suasana menjadi terang benderang. Sehingga membuat Teana terkejut ketika melihat mata kiri Simkath yang berwarna tidak sama dengan mata kanannya. Sebuah bulatan kemerahan semerah darah memenuhi bola mata itu.

       Tanpa gentar sedikitpun, Teana maju dan menyerang Simkath menggunakan jambia miliknya. Namun serangan Teana tidak berhasil. Setiap tusukan jambia yang ia arahkan ke tubuh Simkath selalu meleset. Saat Teana lengah, Simkath berhasil mencengkeram lehernya. Galata berusaha menolong Teana. Tapi sayang, tubuh Galata tidak bisa digerakkan setelah Simkath mengarahkan bola cahaya kemerahan ke tubuh Galata. Simkath telah menguasai tubuh Galata dengan sihirnya.

       Teana sudah menyerah. Tidak ada lagi yang mampu ia lakukan. Tubuhnya meronta-ronta agar lepas dari cengkeraman Simkath. Namun sayang, hal itu makin membuat napasnya habis. Dalam keadaan putus asa, Teana berdo'a kepada Dewa Dhushara. Ia berharap bisa mengakhiri hidupnya setelah ia berhasil mengalahkan Simkath dan menyelamatkan Patung Dewa Dhushara.

"Oh Dewa, berilah aku kekuatan sehingga aku bisa melindungi bangsaku. Bangsa Nabataea." ucap Teana lirih.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun