Mohon tunggu...
Luna Septalisa
Luna Septalisa Mohon Tunggu... Long-life learner

Lahir 1 September 1994 | Perempuan Introvert | Suka membaca, menulis, dengar musik, berenang | Amatiran yang masih belajar menulis | kunjungi : https://lunaseptalisa.wordpress.com/ (blog pribadi) | email : lunasepta@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Ombak yang Kehilangan Deburnya

18 Oktober 2020   13:49 Diperbarui: 18 Oktober 2020   13:51 97 37 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ombak yang Kehilangan Deburnya
Photo by Emiliano Arano from pexels

Biar bagaimana pun, aku tidak pernah lupa akan pelabuhan tua yang kerap disinggahi perahu-perahu pengantar rindu. Aku juga tidak akan lupa pada debur ombak yang secara bergantian menyampaikan senyum, haru bahkan cemburu.

Di pelabuhan itu, terang dan temaram manunggal di balik cakrawala. Menyaru malam,  hingga mataku tak lagi awas untuk dapat membedakan antara layar dan buritan.

Sekarang perahu-perahu itu merana, meratapi hari-hari penuh kejayaan di tepi dermaga
dan ombak di laut itu telah kehilangan deburnya.

18/10/2020

*) menyaru : menyamar

buritan : bagian belakang kapal atau perahu

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x