Mohon tunggu...
Liliek Pur
Liliek Pur Mohon Tunggu... belajar terus

wiraswasta

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Berkeluarga Itu Berat

20 Agustus 2019   14:59 Diperbarui: 20 Agustus 2019   15:11 0 11 3 Mohon Tunggu...
Puisi | Berkeluarga Itu Berat
pixabay.com

Berkeluarga itu berat
Perubahan kecil dan besar mesti diperbuat
Oleh timbulnya kewajiban yang mengikat

Engkau wajib mengurangi begadang untuk kesenangan
Waktu yang kau punya bukan milikmu saja
Istri dan anak-anakmu menyandang hak atasnya

Ragamu letih sore hari
Nikmat sesapan kopi harus terhenti
Si kecil ingin engkau menyaksikannya berlompat tali

Musik pereda penat di malam senyap
Bahkan harus jeda saat memasuki chorus
Beralih ke halaman-halaman buku pelajaran kalkulus

Tidur yang kerap terusik pada dini hari
Tersaruk-saruk bangkit dalam separuh sadar
Buah hati menjerit takut hantu masuk ke kamar

Ujaran-ujaranmu mesti terjaga
Teramat kuat daya serap anak-anak menangkap dan menyimpannya
Kemudian hari kau akan sesali kalimat yang tak tertata

Perubahan status membawa konsekuensi yang nyata
Hak dan kewajiban menuntut perubahan pola
Tak lagi sesuka hati berkelana

Namun keluarga membuka sumbat-sumbat katup nikmat
Hadirkan sentuhan lembut orang terdekat
Mendorong hasrat hidup tumbuhkan manfaat

Rasakan pijitan kasih di badan serta kaki
Dengan segenap hati tak hanya jari-jemari
Lucut pegal hati yang kerap menghampiri

Terasa pula celoteh penentram pikiran
Kalimat-kalimat kocak terbitkan senyuman
Sejenak berlepas diri dari himpitan persoalan

Tubuhmu tidaklah sekokoh Superman
Angkat beban hidup dengan seujung jari tangan
Sanggupkah bahumu sendirian memikul semua ujian?

KONTEN MENARIK LAINNYA
x